Pemda Kepsul Sebut Program Langit Biru Berdampak Buruk 

Ilustrasi langit biru. (istimewa)

Sanana,malutpost.id — Program Langit Biru atau PLB yang dicanangkan Pemerintah RI untuk mengendalikan pencemaran udara dan meningkatkan kualitas udara dianggap berdampak buruk terhadap masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara.

“Sudah banyak kita terima keluhan masyarakat bahwa program PT Pertamina terkait langit biru ini sangat berdampak bagi mereka, terutama nelayan dan angkutan umum,”kata Plt Kepala Dinas Disperindakop UMK Kepsul, Djena Tidore, Selasa (23/11/2021).

Menurut Djena, BBM jenis premium dengan harga terjangkau diganti dengan pertalite dan pertamax sangat berdampak pada usaha masyarakat. Belum lagi, program tersebut juga dianggap menjadi pemicu kelangkaan BBM jenis premium sejak sebulan terakhir ini.

“Kita sudah menerima banyak keluhan dari masyarakat, khusus nelayan dan dan supir angkutan umum,”ujarnya.

Menindaklanjuti keluhan masyarakat, lanjut Djena, pihaknya secara resmi menyurat ke Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) bahwa uji coba program langit biru di Kepulauan Sula tidak efektif dan berdampak negatif terhadap masyarakat.

“Ibu Bupati sudah tandatangani surat SK untuk kirim ke BPH Migas tembusannya ke PT Pertamina bahwa, kita di Sula ini setelah kita uji coba program langit biru, ternyata tidak bisa karena banyak keluhan dari masyarakat,”tandasnya.(mg-01)

 

 

Laporan: Hamdi Embisa

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks