Warga Hamente, Halmahera Barat Ancam Boikot Pelayanan Air Bersih

Aksi masyarakat di kantor Bupati Halbar, Senin (22/11/2021). (Foto: Memet/malutpost.id)

Jailolo, malutpost.id – Warga tujuh desa di wilayah Hamente Kecamatan Sahu Timur ancam memboikot jalur air bersih yang melayani Kecamatan Jailolo, Sahu dan Sahu Timur, Senin (22/11/2021).

Ancaman ini sebagai bentuk protes karena air yang melayani warga tiga kecamatan itu sumbernya diambil di wilayah Hamente, sementara warga Hamente sendiri tidak menikmati air hingga bertahun-tahun.

“Kalau seperti ini, kesannya kami di diskriminasi pemerintah daerah. Masa sumber air yang melayani wilayah Jailolo, Sahu dan Sahu Timur diambil di wilayah kami, sementara kami sendiri tidak menikmati air, ” tegas Koordinator Aksi Hernando Datty dalam orasinya.

Massa naik pitam, karena di waktu yang bersamaan Bupati James Uang dan Wakil Bupati Djufri Muhammad tidak berada di tempat. Mengetahui dua pucuk pimpinan tidak di tempat, massa melampiaskan amarahnya dengan membakar ban bekas di depan kantor bupati.

Selain bakar ban, massa pun berdesakan masuk ke areal kantor sehingga terjadi saling dorong antar massa aksi, anggota Satpol PP dan aparat kepolisian.

Karena dicegat, massa kemudian mundur dan mengancam memboikot pelayanan air. Massa yang berjumlah kurang lebih 80 orang ini kemudian menuju titik aksi kedua di kantor DPRD.

Di kantor rakyat tersebut, tidak ada satupun anggota yang menemui mereka. Seluruh massa aksi diarahkan kembali ke desa dan mengancam memboikot sumber pelayanan air di wilayah Hamente. Setelah bubar, Ketua DPRD Charles Richard, dan Direktur PDAM turun ke lokasi.

Diketahui, tujuh desa yang menuntut pelayanan air bersih itu adalah, Desa Tabah Cempaka, Tibobo, Hoku Hoku Gam, Gamiyal, Cempaka, Desa Ngaon dan Desa Gamsungi. (met)

 

 

Laporan: M Nur Husen

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks