Pledoi Terdakwa Korupsi Gaji Guru Minta Dihukum Ringan, Pengacara: Tak Ada Gading yang tak Retak

Sidang kasus korupsi gaji dan tunjangan Guru di Kecamatan Oba Tengah, Tidore Kepulauan, Senin (22/11/2021). (Foto: Muhlis/malutpost.id)

Ternate, malutpost.id — Terdakwa kasus korupsi gaji dan tunjangan guru SD, TK di Kecamatan Oba Tengah, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Kaofa Hasim meminta keringanan hukuman.

Diakhir pledoi yang dibacakan oleh penasehat hukum Kaofa yakni Mohtar H. Ali itu meminta hakim Tindak Pidana Korupsi PN Ternate untuk menjatuhkan hukuman seringan-ringannya terhadap Kaofa.

“Kami selaku penasehat hukum terdakwa mengetuk hati nurani majelis hakim yang mengadili perkara ini agar sudi kiranya memutus terdakwa dengan hukuman penjara yang seringan-ringannya,”kata Mohtar dalam sidang yang dipimpin Budi Setiawan bersama Samhadi dan Khadijah Amalzain Rumalean, Senin (22/11/2021).

Menurutnya, jika majelis hakim berpendapat lain, pihaknya memohon hakim dapat memutus perkara seadil-adilnya agar terdakwa selesai melaksanakan tanggungjawabnya dapat melanjutkan kehidupannya yang lebih baik.

“Pepatah mengatakan tak ada gading yang tak retak, tak ada yang tidak pernah melakukan kesalahan,”kata Mohtar.

Dalam nota pembelaannya, Mohtar juga membawacakan beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan hakim saat memutus perkara nanti. Yakni, kliennya baru pertama kali melakukan tindak pidana, terdakwa berterus terang dan bersikap sopan dipersidangan, menyesali perbuatanya dan berjanji tidak mengulanginya.

“Terdakwa adalah tulang punggung keluarga, dan terdakwa sudah lanjut usia dan seharusnya dirawat oleh keluarga,”kata Mohtar.

Sebelumnya, JPU Kejari Soa Sio Tidore Kepulauan menuntut Kaofa Hasim hukuman 4 tahun 6 bulan penjara, pidana denda Rp200 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan dan membayar uang pengganti Rp. 134.579.827, dengan ketentuan apabila tidak membayar dalam waktu 1 bulan setelah memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya akan disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti.

“Terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut dengan pidana penjara selama 2 tahun dan 3 bulan, kami penasehat hukum terdakwa berpendapat bahwa hukuman tersebut cukup berat dan terlalu lama dijalani oleh terdakwa, semoga majelis hakim yang mulia dapat memberikan keadilan bagi pencari keadilan seperti terdakwa saat ini,”pungkas Mohtar. (mg-06)

 

Laporan: Muhlis Idrus

Editor: Ikram Salim

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks