Tak Tahan Dianiaya Ibu dan Kakak Kandung, Remaja Putri di Ternate Lapor Polisi 

Ilustrasi penganiayaan. (istimewa)

Ternate, malutpost.id — Seorang remaja putri di Ternate, Maluku Utara berinisial A terpaksa mempolisikan ibu dan kakak kandungnya lantaran sering kali dianiaya.

Saat mendatangi Polsek Ternate Selatan, Kamis (18/11/2021), remaja 15 tahun itu baru saja dipukuli sang kakak bernama Intan dan ibunya karena terlambat berjualan ikan di Pasar Bastiong.

“Awalnya mama telepon tanya saya sudah mandi atau belum (untuk ke pasar) ibu saya lalu maki-maki saya kemudian kakak saya juga pukul saya sampai di jalan,”kata siswi di salah satu SMP di Kota Ternate itu.

Tak tahan terus dipukuli, korban lalu mencari perlindungan dengan mengamankan diri di Kalumata tepatnya di rumah Gunawan, salah satu teman ibunya sesama pedagang ikan.

Saat itulah, sang ibu makin tersulut emosinya. Ia lalu membawa korban ke rumah dan memukulinya hingga mengalami lebam di sejumlah tubuh.

“Jam 12 siang itu dia diambil oleh ibunya dan dipukul, kakaknya juga ikut memukul,”kata Gunawan.

Tak tega melihat korban dianiaya, Gunawan lalu membawa korban ke Organisasi Pokdar Kamtibmas Bhayankara Daerah Maluku Utara dan Maluku Utara Bersatu (MUB) Kota Ternate untuk mendampingi korban membuat laporan ke Kepolisian.

“Iyah habis ini kita akan pergi ke Polsek untuk melaporkan dugaan ini,” jelas Wakil Ketua Pokdar Sofyan Bin Taher dan didampingi PPA Pokdar Anti dan Irwan Drakel yang juga Sekretaris MUB, di Kelurahan Falajawa Dua, Ternate Selatan.

Korban juga menceritakan, sering mendapat perlakuan kasar dari ibunya bila ikannya tidak laku terjual.

“Kalau ikan tara abis tu (tidak laku) ibu marah-marah, mereka pukul saya sampai leher saya ini bengkam,” kata Amel.

Bukannya hanya sang ibu, penganiayaan juga dilakukan sang ayah yang sering menendangnya.

Korban juga mengaku, salah satu kakaknya meninggal karena dipukul oleh ibunya.

“Saya pe kaka yang meninggal itu juga mama jaga pukul dia sampe dia meninggal,”ungkap korban.

Dari pantauan malutpost.id, sekira pukul 16.30 WIT. Korban lalu dibawa oleh PPA Pokdar ke Polsek Ternate Selatan untuk membuat laporan.

“Hasil cek kami sementara dia ada luka lebam di bagian paha kanan di tangan dan juga di bagian belakan kalau di bagian kepala kami belum cek,” jelas Anti, PPA Pokdar.

“Lagi visum ke Rumah Sakit Bayangkara, setelah itu baru kita buat BAP-nya,” kata salah satu petugas Polsek Ternate Selatan.

Berdasarkan penelusuran malutpost.id, Amel merupakan anak ke-5 dari 12 bersaudara, 4 sudaranya sudah meninggal. (mg-06)

 

 

Laporan: Muhlis Idrus

Editor: Ikram Salim

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks