Kwarda Pramuka Malut Mulai Matangkan Persiapan Jamda di Sofifi

Muhammad Abusama. (istimewa)

Sofifi, malutpost.id – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka, terus melakukan pematangan kegiatan Jambore Daerah atau Jamda di Sofifi, Kota Tidore Kepulauan.

Jamda Pramuka Penggalang merupakan kegiatan yang reaktif edukatif di alam terbuka dalam bentuk perkemahan besar Pramuka penggalang yang menitik beratkan pada kegiatan persaudaraan demi kerumunan dan perdamaian.
Kegiatan Jamda I Maluku Utara dilaksanakan pada tanggal 14 hingga 22 Oktober 2021 yang bersamaan dengan STQ tingkat Nasional dipusatkan di Sofifi.

“Jamda maluku utara akan diikuti oleh anggota pramuka penggalang berusia 12-15 tahun dari 10 Kwartir Cabang dan satu utusan Pramuka Berkebutuhan Khusus (PBK) dengan perincian peserta secara keseluruhan berjumlah 500 orang,”ungkap Ketua Kwarda Malut, Muhammad Abusama, kepada malutpost.id, di Sofifi, Selasa (13/10/2021).

Wakil Ketua DPRD Provinsi Malut ini menjelaskan, peserta yang akan mengikuti Jamda di Sofifi pada tanggal 14 Oktober nanti adalah 320 orang terdiri atas 10 Kwarcab. “Masing-masing Kwarcab 32 orang dikali 10 Kwarcab yang jumlahnya 320 orang,”ujarnya.

Baca:  Ketika Batu Bacan kembali Berkilau

Kemudian, ada 2 orang peserta dari Pinconcab dikalikan 10 Kwarcab jumlahnya 20 orang, pembina dampingi masing-masing 2 orang mendapingi 10 Kwarcab.  Serta tim medis 10 orang dibagi ke 10 Kwarcab. Peserta PBK 12 orang, pembina damping PBK 4 orang dan panitia 100 orang, sehingga totalnya sebanyak 106 orang.

“Kegiatan Jamda I dipusatkan di lokasi GOR SKO di Kecamatan Oba Utara sebagai perkemahan induk (main camp) dan didukung 3 lokasi lainnya sebagai sub camp,”jelasnya.

Politisi Partai Golkar Malut ini menambahkan, tiga lokasi yang akan menjadi pusat perkembahan di antaranya, Sub Camp Suaka Paru Bangkok, di Desa Koli Kecamatan Oba Kota Tidore, Sub Camp Pulau Woda, Desa Gita, Kecamatan Oba Kota Tidore dan Sub Camp Dodinga di Desa Dodinga (SMA Negeri 5) Kecamatan Jailolo Selatan Kabupaten Halmahera Barat.

Baca:  BNNP Malut Tingkatkan Kapasitas Penggiat Anti Narkoba di Instansi Pemerintah

“Untuk menjaga situasi pandemi covid-19 dan berkerumunan peserta, maka kegiatan Jamda I Maluku Utara tetap menerapkan perotokol kesehatan selama pelaksanaan kegiatan dengan mengatur sirkulasi kegiatan dan pergerakan peserta,”katanya.

Mantan anggota DPRD Halsel ini menyatakan, kegiatan diikuti oleh peserta sesuai nomor urut, setiap peserta mendapatkan alokasi giat secara bergilir, kegiatan di perkemahan induk (main camp) dilaksanakan dengan tiga rotasi waktu giat, kegiatan zona kota dilaksanakan dengan 2 lokasi yaitu, Balai Taman Nasional dan arena STQ dengan jumlah 80 orang, setiap lokasi kegiatan berjumlah 40 orang dan setiap jenis kegiatan diikuti 10 orang, kegiatan sub camp dilaksanakan di 3  lokasi berbeda yaitu Sub Camp Suaka Paru Bangkok, Sub Camp Pulau Woda, Sub Camp Dodinga dengan total peserta di 3 lokasi berjumlah 120 orang.

Baca:  BI Maluku Utara Backup Dana 1,5 Triliun untuk STQ

Stiap Sub Camp diikuti oleh 40 orang peserta dan dibagi menjadi 10 orang peserta jenis kegiatan, sehingga peserta yang berada diperkemahan induk setiap harinya berjumlah 120 orang.

“Seluruh kegiatan tersebut akan dilaksanakan dalam waktu 9 hari dengan 6 hari efektif kegiatan diluar kedatangan dan kepulangan peserta, upacara pembukaan dan penutupan sesuai jadwal adalah, pada tanggal 12-13 Oktober kedatangan peserta, tanggal 14 Oktober upacara pembukaan Jamda I Maluku Utara, tanggal 15-16 Oktober giat khusus STQ Nasional, tanggal 15-21 Oktober rotasi giat peserta dan tanggal 22 Oktober upacara penutupan,”pungkasnya. (din)

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks