Karim Assor, Personil Black Sweet Asal Ternate yang Berhenti Bermusik

Karim Assor dan lagu ciptaan dalam Album Black Sweet.

Ternate, malutpost.id – Black Sweet, salah satu group musik Tanah Air  yang terkenal di tahun 1980-an berawal dari ujung timur Indonesia. Group yang pertama kali dibentuk di Jayapura 1979 dengan personil Steven Letsoin (lead guitar), Harry Letsoin (bass), Gerald F Tethool (keyboard), Jhon Keff (drum), dan Ian Ulukyanan (lead vokal) itu terkenal setelah hijrah ke Jakarta.

Di ibukota negara ini, personil Black Sweet makin berwarna setelah masuknya Amru M Kahar (saksofon), Karim Assor (terompet), dan Iskandar Assor (terompet). Dua nama terakhir ini merupakan musisi asal Ternate, Maluku Utara.

Seiring dengan perjalanan usia, Karim Assor tak lagi bertahan di dunia musik. Sehari-harinya dia harus menggunakan tongkat karena stroke yang dideritanya sejak 2018 lalu. Karim kembali ke Ternate dan tinggal di rumahnya, Kelurahan Kalumpang. Rumah yang kemarin selesai dibedah lewat program Barifola.

Baca:  Lagi, Bea Cukai Ternate Sita Rokok Ilegal di Taliabu dan Obi

Ditemui malutpost.id, Senin (11/10/2021) malam di rumahnya, Karim bercerita tentang perjalanan karir musik yang dia geluti. Bakat bermain terompet mengalir dari sang ayah. “Sejak kecil, kami diajarkan meniup terompet oleh papa,” tuturnya.

Di masa sekolah, kondisi ekonomi keluarga terbilang tidak beruntung. Karena itu, Karim putus sekolah setelah lulus SD. Bakat bermusiknya terus diasah hingga akhirnya Karim memutuskan merantau ke Manado pada usia menginjak 18 tahun.

Karim bermain musik di Kota Kawanua itu dari café ke café. “Di Manado, saya bermusik dan bernyanyi lebih dari setahun. Setelah itu hijrah ke Jakarta tahun 1979,” tutur pria yang 10 Oktober kemarin genap 66 tahun.

Baca:  Dokter Pusdokkes Polri Autopsi Jenazah Korban Salah Tembak di Hutan Sasa

Di blantika musik ibukota, Karim juga harus memulai dari café. Pertama kali, dia main musik di Ancol, lalu road show dari café ke café. “Secara kebetulan, saya bertemu dengan ke-4 group personil Black Sweet yang saat itu berencana mencari pemain terompet. Saya akhirnya bergabung dengan group ini pada 1982,” tuturnya.

Di Black Sweet selama 27 tahun, Karim tak hanya piawai memainkan terompet namun juga mencipta 4 lagu. Lagu Kembalilah Kasih, Sio Kona, Ino Fomaku Hida, dan Rasa Rindu merupakan karya Karim yang masuk dalam berbagai album hits Black Sweet.

Dia akhiri perjalanan bermusik dengan Black Sweet pada 2009. Karim lantas hijrah ke Jayapura dan tetap bermusik. “Untuk mengisi acara-acara tertentu di Maroeke, Manokwari, Serui dan kota-kota lainnya di Papua,” jelasnya.

Baca:  1.079 Kendaraan Milik Pemkot Ternate Tunggak Pajak

Atas permintaan anaknya, Karim kemudian kembali ke Ternate tahun 2011. Di kota kelahirannya,  pria kelahiran tahun 1955 ini ditawarkan untuk mengajar musik. “Saya sempat ngajar drum band di SMP Katolik Ternate, di samping mengisi undangan acara hiburan  di kabupaten/kota,” tambahnya.

Aktifitas musik dan  mengajar berhenti total sejak 2018 akibat penyakit strok . Dia tak bisa jalan dan terpaksa istirahat total. Meski tak lagi bermusik, Karim masih tetap didatangi para musisi dan penyanyi untuk bersilaturahim di rumahnya yang sederhana.(mg-07)

 

 

Laporan: Faisal Sidik

Editor: Ismit Alkatiri

 

 

 

 

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks