Honor Fasilitator Lapangan 12 Desa di Dinas PUPR Halsel Tersendat

Kantor Dinas PUPR Halmahera Selatan. (foto: maulana/malutpost.id)

Bacan, malutpost.id – Honor  tenaga fasilitator lapangan untuk pengawasan sanitasi di Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan) Halmahera Selatan (Halsel) sudah dua bulan tersendat.

Sedikitnya, 17 tenaga fasilitator pengawasan sanitasi yang tersebsar di 12 desa di Halsel itu mengeluh honor mereka belum dibayar Bendahara Dinas PUPR. Masing-masing tenaga fasilitator itu diberi honor Ro2,5 juta/bulan.

Sumber malutpost.id di Dinas PUPR Halsel membenarkan sudah 2 bulan honor para fasilitator itu belum dibayar. Menurut sumber itu, mestinya honor tersebut sudah dicairkan pada Juli lalu. Tapi, menurut dia, honor para fasilitator itu selalu terlambat bayar. “Honor bulan pertama saja pembayarannya terlambat. Padahal kabarnya, sudah ada Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) tahap dua,” tambahnya.

Tapi ketika SP2D ini ditanyakan ke bendahara, menurut sumber itu, kata bendahara, dua bulan belakangan ini Simda mengalami gangguan sehingga SP2D belum kaluar. ”Padahal SP2D itu digunakan untuk pelaporan ke pusat,” keluhnya seraya mengatakan, sebelum pergantian bendahara di instansi itu, pembayaran honor pengawasan cukup lancar.

Bendahara Dinas PUPR Halsel tidak berhasil dihubungi melalui sambungan telepon karena teleponnya tidak aktif. Sementara Sementara Sekretaris PUPR yang dihubungi melalui pesan WhatsApp juga tidak merespon.(k01)

 

 

Laporan: Maulana Djamal Syah

Editor: Ismit Alkatiri

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks