Anggota Polda Malut Diduga Keroyok 4 Remaja di Markas Polisi

Buhaiman, salah satu korban terpaksa dilarikan ke RSUD Chasan Boesorie usai dikeroyok 6 anggota Shabara Polda Malut. (istimewa)

Ternate, malutpost.id — Sejumlah anggota polisi yang bertugas di Shabara Polda Maluku Utara diduga menganiaya 4 remaja asal Kelurahan Kampung Makassar Timur,  Kota Ternate hingga babak belur.

Korban diketahui bernama Buaiman Usemahu, Rusian Rahman, Rahman Dhani Hairudin dan M Shari R. Hi. Basri. Korban Buhaiman saat ini dirawat di RSUD Chasan Boesorie.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu (26/9/2021) sekira pukul 04.15 WIT dini hari. Ironisnya, satu korban bernama Buaiman dikeroyok 6 anggota di sekitar markas Shabara Polda Malut, Kelurahan Takoma, Ternate Tengah. Mereka ditangkap tanpa surat perintah penangkapan dan tanpa melalui prosedur hukum.

Pengeroyokan itu membuat Buaminan tidak bisa makan dan berbicara karena wajahnya mengalami luka serius. Ketiga rekannya juga bernasib serupa.

Selain mengalami kekerasan dengan pukulan, korban juga ditendang dan diinjak oknum anggota berpangkat Brigadir di pipi bagian kanan.

“Tadi kita buat laporan polisi itu, korban (Buaminan) ini tidak bisa berbicara jadi keterangannya dia tulis sendiri,”kata Riki, saudara korban.

Baca:  Dengar Suara Bom Ikan, Warga Halmahera Barat Minta Polisi Tangkap Pelaku

Buhaiman mengaku, dianiaya oleh polisi berpakaian preman dan seorang lagi menggunakan pakaian dinas lengkap.

“Iya saya dipukuli mereka (polisi-red) tanpa tahu kesalahan saya, mereka main pukul, injak saya seperti aniaya binatang,” ucap Buahiman saat ditemui di kediamannya, Minggu (26/9/2021) malam.

Korban menceritakan, saat itu dirinya baru kembali dari taman Fitnes, usai nongkrong dengan teman-temannya.

Sebelum sampai ke rumah, dia sempat duduk bersama rekan-rekannya di trotoar. Tak lama, datang empat anggota polisi berpakaian preman, diduga dalam keadaan mabuk.

“Kemudian datang empat oknum anggota polisi berpakaian preman. Meraka tanya kamu yang nama Iman? saya menjawab betul saya Iman, kemudian empat oknum Polisi itu meminta saya naik ke motor,” ujarnya.

Karena tak tahu-menahu, dia langsung naik di atas motor tanpa perlawanan. Ia dibawa ke markas Polda Malut, dan dikeroyok di sana hingga nyaris tak sadarkan diri.

“Waktu sampai di belakang kantor Polda mereka langsung pukul saya, dan tendang bagian dada hingga terjatuh ke tanah, tanpa menjelaskan penyebab kesalahan, meraka cuma bilang kamu tadi yang terlibat kan,” akunya.

Baca:  Polda Malut Gandeng GPM dan GMNI Salurkan Sembako

Di tengah kekerasan tersebut, dia berulang kali mengaku tidak tahu apa-apa dan tidak mengerti persoalan yang dituduhkan. Meski begitu, oknum polisi yang kalap mata itu, membabi buta menendangnya berkali-kali di bagian wajah.

“Saya sampai bersumpah atas nama Allah tapi apa yang diucapkan tidak dihiraukan para pelaku, bahkan mereka menyebut jangan kau bawa nama Tuhan sambil terus memukul bagian muka (wajah) dan menginjak pipi saya dengan sepatu,” ungkapnya.

Dia bilang, pengeroyokan itu baru dihentikan, ketika ada salah satu anggota polisi menyampaikan kalau korban bukan orang yang dituduhkan telah memukul rekan polisinya.

Tahu salah tangkap, mereka lalu membawanya ke kosan yang tak jauh dari kantor Polda Malut.

Korban diminta berdiam diri sampai lukanya sembuh. “Mereka bilang nanti mereka yang mengurus luka-luka hingga pulih,” aku korban.

Karena merasa sakit kepala, dan pusing dia meminta untuk diantar pulang ke rumahnya, tetapi para pelaku tidak mau dan membujuknya menjadi anak angkat.

Korban berhasil lolos setelah beralasan akan mengambil pakaian di laundry. Bahkan, jaket yang dipakai korban merupakan jaket oknum polisi karena pakaian sobek setelah dihajar.

Baca:  Penjual Perlengkapan Jenazah di Ternate Kehabisan Stok

Ayah korban, Kamil Usemahu (45) menyatakan, tidak terima baik dengan perbuatan para pelaku dan akan menempuh proses hukum.

“Anak saya dianiayai seperti ini, tentu saya sebagai orang tua tidak terima baik dan harus diproses biar saya juga tahu seperti apa tampang para pelaku berperilaku biadap itu,” kesal Kamil.

Dia berjanji akan melaporkan penganiayaan itu Kapolda Malut, agar para pelaku diberi hukuman setimpal.

“Tunggu hasil visum keluar dan secepat kami keluarga akan melaporkan perkara penganiayaan ini ke Kapolda Malut,” pungkasnya,”pungkasnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Malut Adip Rojikan saat dikonfirmasi, Senin (27/9/2021) mengaku belum tahu pasti terkait dugaan pengroyokan terhadap 4 remaja tersebut.

“Saya belum mengetahui hal itu, kalau pun sudah dilaporkan,” katanya.

Dia mengaku, tengah bertemu dengan Kabid Propam Polda Malut untuk menanyakan persoalan tersebut.

“Kalau pun sudah diproses atau sudah dilaporkan ya kembali di komitmen kita tidak akan pernah menutupi siapa pun juga yang terbukti melakukan pelanggaran,”pungkas Adib. (mg-07)

 

 

Laporan: Faisal Sidiq

Editor: Ikram Salim

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks