Akses Jalan ke Pasar Labuha Rusak, Pedagang Mengaku Pendapatan Menurun

Jalan akses ke Pasar Labuha rusak. Pedagang menhgeluh sepi pembeli. (foto: maulana/malutpost.id)

Bacan, malutpost.id – Itensitas hujan beberapa hari ini membuat akses jalan menuju Pasar Labuha rusak dan digenangi air. Akibatnya, para pedagang barito (bawang-rica-tomat) mengaku pendapatan mereka menurun.

Mutia, (40) penjual rica tomat di Pasar Labuha, Kecamatan Bacan kepada malutpost (17/9) mengaku, beberapa hari ini kunjungan pembeli di Pasar Labuha menurun. Akibatnya jualannya tidak laku. Sementara untuk mendapatkan tempat jualan di situ, dia harus menyewa tanah sebesar Rp 6 juta per tahun.

Rendahnya pengunjung di musim hujan, menurut dia, salah satu penyebabnya jal;an menuju pasar yang belum diaspal. “Kalau jalan belum diaspal, torang pe jualan tidak laku setiap musim hujan karena tidak mau dilalui pembeli,” tambahnya.

Baca:  Puting Beliung Terjang Pemukiman di Gane Barat Selatan, Puluhan Rumah Rusak 

Dia membanding dengan Pasar di Desa Twokona Kecamatan Bacan Selatan lebih representatif dan higienis meski musim hujan. “Kalau di pasar Twokona, tidak ada becek, jualan pun trabapece,torang jualan juga enak,” tandasnya.

Hal senada diutarakan Ratna  (50), pedagang di Pasar Labuha. Dia mengakui sudah  hampir seminggu ini jualanya minim pembeli. Bahkan cenderung rugi akibat jalanan pasar yang rusak. “Dari pagi sejak jualan jam enam, baru laku 20 ribu. Tomat 200 hingga 250 ribu per karung. Belum bayar ojek dari Desa Marabose ke pasar itu 10 ribu,” keluhnya.

Dia menambahkan, sudah menjadi pedagang rempah-rempah dapur selama 15 tahun. Namun, penurunan pembeli ini baru dirasakan semenjak berjualan di Pasar Desa Labuha, ia merasakan penurunan daya beli masyarakat terhadap jualanya.

Baca:  Belajar dari Internet, Sekali Panen Petani Cabe Bacan Raup Rp60 Juta - Rp80 Juta

Dia mengaku, sebelumnya dia berjualan di Pasar Amasing, Desa Amsing Kota dengan pendapatan berkisar Rp800 ribu hingga Rp1 juta. Namun semenjak pidah ke Pasar Labuha, pendapatannya hanya Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per hari, saat cuaca tidak hujan.(k01)

 

 

 

Laporan: Maulana Djamal Syah

Editor: Ismit Alkatiri

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks