Pentinganya Rumah Instan Ramah Gempa di Halmahera Selatan

Rumah berteknologi RISMA yang dibangun PT Jalas Bangun Persada.(foto: istimewa)

Bacan, malutpost.id – Maluku Utara merupakan wilayah dengan tingkat risiko bencana yang tinggi, terutama disebabkan gempa bumi. Sebaran gempa bumi di Malut sangat kompleks karena dipengaruhi tiga lempeng besar yaitu lempeng Eurasia, lempeng Pasifik dan lempeng Indo Australia. Selain itu, ada pula sesar Halmahera.

Masyarakat Halmahera Selatan masih trauma dengan gempa berkekuatan 7,2 Magnitudo mengguncang beberapa wilayah di kabupaten itu pada dua tahun lalu, tepatnya 14 Juli 2019, ditambah lagi dengan adanya gempa 4,7 Magnitudo , Selasa (13/9) sore kemarin di Labuha, Kabupaten Halamhera Selatan.

Hal ini membuat warga makin khawatir atas intensitas gempa yang tak bisa diprediksi. Hal tersebut membuat kesadaran masyarakat Halmahera Selatan terhadap pentingnya hunian aman dari gempa bumi untuk meminimalisir korban akibat gempa bumi.

Nona, warga Amasing Kota mengatakan, seiringnya gempa bumi, mengakui mereka kerap kali mengungsi di tempat yang aman di Kecamatan Bacan Selatan jika terjadi gempa. “Namun melihat gempa bumi 4,7 Magnitudo Selasa (13/9) kemarin sore, yang mengakibatkan dua rumah rusak di Desa Kupal dan Gandasuli Kecamatan Bacan Selatan, membuat ia sadar akan pentingnya rumah Rumah Instan Sehat Ramah Gempa (RISMA). Terpisah, Rahmat Kamarullah, Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Selatan, Kamis  (15/9) mengatakan, Halmahera Selatan berada dalam daerah rawan gempa, itu sebabnya perlu adanya rumah tahan gempa. “karena Halsel rawan gempa bumi, untuk mengurangi risiko korban gempa, perlu adanya  rumah tahan gempa,” tambahnya.

Selain rumah hunian, PT Jalas Bangun Persada juga membangun bangunan lain seperti kos-kosan, kantor dan lain-lain. (foto: istimewa)

Dia menjelaskan, rumah tahan gempa ini sudah dibangun Pemerintah Halmahera Selatan melalui BPBD di Kecamatan Gane dengan menggandeng PT. Jeras Bangun Persada yang berpengalaman membangun hunian tetap, rumah instan sehat ramah gempa (RISMA) yang merupakan prodak PT. Rezky Berkah Pratama.

Baca:  Sebelum Tabrakan Speedboat, Ini Pesan Terakhir Barry Pada Adiknya di Ternate 

Sesuai data per 23 April 2021, PT Jeras Bangun Persada selaku aplikator telah membangun hunian tetap sebanyak 329 unit rumah tahan gempa pada 7 desa yaitu Desa Pasipalele sebanyak 50 unit, Desa Awis 38 unit, Desa Tawa 74 unit, Desa Jibubu 30 unit, Desa Kukupang 2 unit, Desa Liboba Hijrah 19 unit dan Desa Yomen 116 unit. Untuk Desa Yomen sesuai dengan jumlah penerima bantuan sebanyak 145 kepala keluarga.

Melalui sambungan telepon,  Kepala Desa Yomen, Usman K Niat menyatakan terima kasih kepada BPBD Halsel dan PT. Jeras selaku aplikator pembangunan rumah hunian tetap ramah gempa. “Alhamudlillah dengan adanya rumah instan sehat ramah gempa ini, warga saya merasa lebih aman dari sebelumnya. Saya ucapakan terimakasih kepada BPBD Halsel dan PT. Jeras Bangun Persada yang sudah bangun rumah tahan gempa. Warga sudah tidak trauma lagi saat dengar adanya gempa, seperti terjadi di Labuha, kemarin,” katanya.

Baca:  PLN Siap Jalankan Stimulus Kelistrikan di Tengah Pandemi dan Perkuat Layanan Digital 

Rumah tahan gempa, RISMA ini sudah melewati uji kelayakan konstruksi sehingga mendapatkan rekomendasi teknis dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi melalui Universitas Tadulako Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Sipil, No. 3809/UN28.1.31.SPL/PP/2019 tanggal 28 November 2019. Selain itu rumah ramah gempa ini menjadi anjuran dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB).

Rumah ramah gempa produksi PT. Rezky Berkah Pratama ini sudah dibangun di daerah pasca gempa seluruh Indonesia, termasuk Halsel yang pertama di Maluku Utara. Sementara di Sulawesi, produk ini sudah dibangun di Kabupaten Parigi Mountong, Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Mamuju, Kabupaten Majene, Kabupaten Mamasa, sedangkan di NTB, telah dibangun di Kabupaten Lombok Utara.(adv/k01)

Baca:  PT Rezky Berkah Pratama Hadirkan Rumah Ramah Gempa di Halmahera Selatan

 

 

 

Laporan: Maulana Djamal Syah

Editor: Ismit Alkatiri

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks