Setara Laju F1, Ini Analisis Kecepatan Angin yang Merusak 14 Rumah di Gane Barat Selatan Halsel

Ilustrasi awan Cumulonimbus yang terkonsentrasi akibat 3 fenomena cuaca dan memicu hujan deras dan puting beliung.(foto: istimewa)

Bacan, malutpost.id – Masih ingat terjangan angin puting beliung yang merusk 14 rumah penduduk di Desa Tawa Kecamatan Gane Barat Selatan, Rabu (8/9) lalu? Dari fakta kerusakan rumah tersebut, Stasiun Meteorologi Bandara Usman Sadik Labuha melaporkan hasil analisisnya tentang kecepatan angin.

Yusran Tikdoi, Prakirawan dari Stasiun Meteorologi Bandara Usman Sadik Labuha yang ditemui malutpost, Selasa (14/9/2021) menjelaskan, saat ini Maluku Utara sedang menghadapi dampak dari Tropikal Strom Conson di perairan Filipina dan Sevre Tropical Strom Chantu di perairan Pasifik Barat serta Sirkulasi Eddy di utara Papua. Kondisi itu juga berdampak pada cuaca di Halmahera Selatan.

Baca:  Bupati Usman Tak Sabar 'Bantai' Wakilnya di Laga Persahabatan

Munculnya angin puting beliung pada Kamis pekan kemarin di Desa Tawa Gane Barat Selatan itu merupakan dampak dari ketiga fenomena tersebut. Hujan deras disertai angin puting beliung tersebut akibat adanya Cumulonimbus (awan hujan) yang cukup signifikan di wilayah ini.

Selain dapat menimbulkan curah hujan yang cukup deras, awan Cumulonimbus yang cukup besar juga dapat menimbulkan angin kencang. Dari pantauan citra satelit terlihat awan-awan Cumulonimbus ini mulai terbentuk pada Kamis (9/9) pukul 06.30 WIT dan terus berkembang dan meluas sehingga menimbulkan curah hujan yang tinggi dan disertai dengan angin puting beliung yang merusak sejumlah rumah warga.

Dia menjelaskan, awan Cumulonimbus yang cukup signifikan ini terbentuk karena ada belokan angin serta konvergensi di wilayah Halmahera Selatan sebagai akibat dari adanya Tropical Storm “CONSON” di perairan Filipina dan Severe Tropical Storm “CHANTHU” di perairan Pasifik Barat, dan juga sirkulasi Eddy (gangguan cuaca) di sebelah utara Papua.

Baca:  Wali Kota Tidore Silaturahim dengan Tokoh Masyarakat Bacan

Sementara kondisi udara pada lapisan bawah di wilayah Halmahera Selatan masih cukup basah dan suhu permukaan laut di wilayah perairan Halmahera Selatan juga cukup hangat sehingga hal ini juga turut mendukung dalam pembentukan awan-awan Cumulonimbus yang signifikan ini.

Yusran mengatakan, dilihat dari tingkat kerusakaanya, kecepatan angin saat kejadian di Desa Tawa, Kecamatan Gane Barat Selatan berskala F1. “Kecepatan F1 ini bekisar dari 117-180 km/jam dengan tingkat kerusakan sangat parah, dapat mengangkat atap, bahkan dapat menimbulkan pergeseran pada fondasi rumah,” pungkasnya.(k01)

 

 

 

Laporan: Maulana Djamal Syah

Editor: Ismit Alkatiri

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks