Prihatin Cuaca Ekstrim, Komisi III DPRD Minta Pemkot Ternate Antisipasi Dini

Anggota komisi III (DPRD Kota Ternate, Junaidi A Bahrudin. (foto: istimewa)

Ternate malutpost.id – Fenomena Siklon Tropis Chantu yang memicu tingginya curah hujan di Kota Ternate mengundang keprihatinan anggota Komisi III DPRD Kota  Ternate, Junaidi A Bahrudin. Dia meminta Pemkot mengambil langkah antisipasi dini mencegah dampak banjir dan longsor.

Kepada malutpost.id, Selasa (14/9/2021), Junaidi mengatakan, Ternate merupakan salah satu di antara wilayah yang akan terkena dampak fenomena Siklon Tropis Chantu, seperti curah hujan tinggi yang bisa berdampak banjir dan longsor, “Semua harus ikhtiar dengan cuaca ekstrim saat ini karena sebelumnya pernah terjadi di kota Ternate dan menimbulkan dampak kerugian baik itu sacara material dan juga korban jiwa,” jelasnya.

Baca:  Didemo Soal Bansos, Lurah Mangga Dua Utara Janji Penuhi Tuntutan Warga

Dia mengingatkan masyarakat yang rumahnya masuk pada lokasi rawan longsor agar lebih berhati-hati pada saat kondisi cuaca ekstrim dengan curah hujan tinggi. “Bisa terjadi luapan air ke rumah penduduk seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di Bastiong dan Akehuda,” ungkapnya.

Menurutnya, jika longsor yang terjadi di Rua Kecamatan Pulau Ternate belum tuntas diatasi, maka Pemkot Ternate perlu koordinasi dengan Pemorv Malut dalam upaya melakukan normalisasi dan penataan sungai atau kali mati yang ada di kota Ternate. “Tentu baik Pemkot maupun masyarakat di wilayah rawan longsor harus lakukan antisipasi dini,” tandasnya.

Politisi Partai Demokrat mengakui, kondisi keuangan daerah saat ini belum stabil, sehingga prioritas penanganan longsor dan banjir ini fokus pada wilayah yang sangat rawan dengan mempertimbangkan risiko atau dampak yang bisa saja terjadi.

Baca:  Nurlaela: Kota Ternate Mendekati Zona Hijau Covid-19

Selain itu, dalam aspek pengawasan dan pelaksanaan kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate, dia nilai cukup maksimal. ”Walaupun tidak dicukupi dengan biaya operasional, sehingga banyak kebutuhan masyarakat yang tidak terlayani. Harapannya agar ke depan dikalkulasikan kembali, mana yang menjadi skema prioritas utama yang mestinya ditangani. Misalnya banjir yang sering melanda di Bastiong, bagaimana cara penanganan nya apakah dengan PUPR atau dengan Balai Wilayah Sungai,” pungkasnya.(mg-08)

 

 

 

Laporan: Taslim T Laher

Editor: Ismit Alkatiri

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks