Pria Paruh Baya di Morotai Babak Belur Dikeroyok Pejabat Desa dan Ketua RT

Ilustrasi pengroyokan. (istimewa)

Daruba, malutpost.id — Seorang pria paruh baya bernama Cang Cok warga Desa Libano Kecamtan Morotai Jaya, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara dikeroyok oleh Ketua RT dan Kaur Pemerintahan desa setempat hingga wajahnya berdarah, Senin (13/9/2021).

Pemukulan itu dipicu salah paham, ketika pria 56 tahun itu terlibat mulut dengan seorang warga yang berujung pengroyokan.

Menantu korban, Irja Wijayanti Pasimanyeku menceritakan, peristiwa itu terjadi di depan SD Inpres Libano. Awalnya, korban tidak terima dirinya dimaki-maki, ia lalu menghampiri seorang warga bernama Basmun Jeswon Bona dan memarahinya.

“Kebutualan saya ada video ibu-ibu berkelai tiba-tiba Hosea Gamalia (Kaur Pembangunan Desa) minta saya tidak ambil video, kemudian saya minta maaf ke Pak Hosea dan tidak merekam,”kata Irja saat ditemui malutpost.id di Polres Morotai, Senin malam.

Baca:  Bus Damri Antardesa di Morotai Terbalik

Tiba-tiba, Jeswon Bona menghampirinya dan mengeluarkan kata kasar. Meski begitu, dirinya tidak menanggapi dan memilih membawa anaknya ke sekolah.

“Dia suruh saya pulang sana, saya bilang ada antar anak saya sekolah. Dia bilang saya ini honor makan puji (sombong), honor tara (tidak) tahu diri sampai saya bilang, kita hanya honor tapi kita punya kerja itu mulia karena kita mendidik anak-anak, dan setelah itu saya balik ke sekolah,”jelas Irja.

Ternyata perisitiwa itu sampai ke telinga mertuanya Cang Mok yang tidak terima menantunya dikatai kasar, lalu menghampiri Jeswon Bona dan saling adu mulut.

“Tapi sudah aman karena Linmas setempat kasih aman dan papa mantu (mertua),”akunya.

Namun, saat pulang, tiba-tiba Can Mok diserang seorang warga bernama Evan Bunga yang memukulnya tanpa alasan yang jelas.

Baca:  Polres Kantongi Hasil Visum Jenazah Silviana, Ini Kata Kasat Reskrim

“Saya cuma lihat dari jauh dorang (mereka) pukul papa mantu, terutama Jeswon Bona juga pukul,” kata Irja.

Melihat itu, Ketua RT bernama Hardi Mook dan Kaur Pemrintahan Heng Bunga bukannya melerai, malah ikut memukul korban hingga babak belur. “Pokonya di situ dorang so baku campur campur jadi torang me so tara perhatikan (di situ sudah banyak jadi kita sudah tidak perhatikan),”ujarnya.

Akibatnya, wajah korban berngkak dan berdarah . Sementara korban kepada malutpost.id mengaku tak terima tindakan warga mengancam menantunya. Menurut dia, kata-kata kasar kepada menantunya secara tidak langsung menjatuhkan martabatnya sebagai orang tua.

“Jadi saya dengan Jeson Bona baku adu mulut tapi tidak berkelahi terus saya pulang sampai muka gereja datanglah Evan Bunga dia yang pukul kamuka di mulut hingga keluar darah,”katanya.

Baca:  Sejarawan Maluku Utara Kritisi Patung Soekarno di Morotai

“Jeswon Bona juga datang dan kejar saya langsung pukul karena mereka lihat saya sudah jatuh. Pemdes yang terlibat termasuk Kaur pemerintahan, atas nama Heng Bunga ikut pukul dan keroyok saya. Saya tetap proses hukum,”harapnya.

Sementara Ketua BPD Desa Lebano, Roni Mok juga mengaku ada pejabat di Pemdes yang ikut terlibat pemukulan terhadap warga.

“Datang di lokasi itu banyak orang, tapi saya lansung lihat itu Kaur Pemerintahan dan ketua RT yang pukul masyarakat, jadi saya sudah tidak sempat kontrol,”katanya.

Kasus tersebut telah dilaporkan ke SPKT (sentra pelayanan kepolisian terpadu) Polres Morotai dan diterima, Brigpol Mika.”Mereka sudah buat laporan jadi nanti kita lanjutkan ke penyidik,”pungkasnya.(cr-04)

 

 

_

Laporan: Sofyan Togubu

Editor: Ikram Salim

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks