Warga Sanana, Kepulauan Sula Ramai-ramai Protes Pembongkaran Jalan Setapak

Warga Desa Fatcei saat protes rencana pembongkaran jalan setapak di desa tersebut, Senin (13/9/2021). (istimewa)

Sanana,malutpost.id — Warga Desa Fatcei, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara memprotes rencana pembongkaran jalan setapak di desa tersebut, Senin (13/9/2021).

Proses pembongkaran yang dilakukan oleh TNI itu ditentang warga, lantaran setapak tersebut merupakan akses alternatif warga setempat saat membawa jenazah, maupun ketika jalan utama digunakan untuk hajatan. Akibat protes warga, TNI akhirnya mengurungkan niat mereka untuk membongkar.

Kepala Desa Fatcei, Nurdin Drakel mengatakan, jalan setapak yang mau dibongkar tersebut diduga berada di atas tanah milik mantan Bupati Kepulauan Sula, Hendarata Thes. Kabarnya, lokasi tersebut akan dibangun untuk tempat kuliner.

Baca:  Keluarga Penumpang KM Simba Mengamuk di Kantor KPLP Sanana

“Rencananya mau dipagar keliling, tapi pakai dua pintu dan dijaga oleh security sehingga aktifitas masyarakat yang lewat di jalan tersebut hanya batas hingga jam 1 malam, setelah itu sudah dikunci pagi baru dibuka kembali,” kata kepada Nurdin kepada malutpost.id, Senin (13/9/2021).

“Masyarakat saja menolak apalagi saya sebagai kepala desa. Saya kan dipilih oleh masyarakat jadi mereka menolak saya juga menolak,”tegas Nurdin.

Nurdin berujar, tanah tersebut sudah dihibah oleh pemilik tanah sebelumnya seluas lebih dari meter untuk jalan setapak.

“Menurut Murid Kaunar yang buat sertifikat tanah ini ada dua kapling, 1 kapling punya Ibu Li itu jual, yang buat sertifikat itu Murid dan Jamin Kharie itu katanya sudah dihibah 1 meter setengah untuk setapak berarti itu betul,”ungkap Nurdin.

Baca:  SGMW Desak Polres Kepulauan Sula Hentikan Aktivitas CV Azzahra Karya

Dia bilang, dari awal dirinya sudah menanyakan surat jual beli tanah, namun sampai saat ini surat tersebut belum diterimanya. Padahal, dokumen itulah yang nantinya akan disampaikan kepada masyarakat saat rapat.

“Biar kita tahu tanah ini panjang dan lebarnya berapa kali berapa, jalan setapak ini dihibah dari pemilik tanah pertama atau tidak, tapi intinya kami menolak,”tandasnya. (mg-01)

 

 

_

Laporan: Hamdi Embisa

Editor: Ikram Salim

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks