Puluhan Kapal asal Sulawesi Bebas Curi Telur Ikan di Kepulauan Sula

Puluhan kapal pencuri telur ikan layar saat beristirahat di depan Desa Modapia, Mangoli Utara pada awal Juli 2021 lalu. (Foto: Warga)

Ternate, malutpost.id — Bukan hanya ikan yang menjadi primadona di laut Maluku Utara, benih atau telurnya juga diincar para illegal fishing. Seperti yang terlihat di Periran Pulau Mangoli, Kabupaten Kepulauan Sula. Perairan tersebut sering didatangi puluhan kapal dari luar Malut untuk mencuri benih ikan layar sejenis Marlin.

Salah satu warga Desa Falabisaha mengatakan, aktivitas pencurian benih dan telur ikan layar tersebut sudah dilaporkan berkali-kali kepada pemerintah daerah maupun instansi terkait, namun tidak ada tindakan.

Warga yang tak mau namanya disebut itu bilang, kedatangan puluhan kapal penangkap ikan tersebut membuat nelayan resah, mereka khawatir jika terus dibiarkan, maka ika tersebut juga berkurang dan berdampak pada mata pecaharian mereka.

Baca:  Penyebab Polres Kepsul 'Batal' Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi DD Wai Ipa

“Kami dari masyarakat pernah rapatkan ini dengan kepala desa Modapia, karena sangat meresahkan,”ujarnya.

Menurutnya, Kades Modapia Suhartono Umasugi pernah mendatangi para pencuri yang diduga berasal dari Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara tersebut untuk meminta menghentikan aktivitas mereka, hanya saja permintaan itu tidak digubris. Puluhan kapal justru secara bergantian datang mengambil telur ikan di perairan tersebut.

“Setiap saat kita lihat puluhan kapal parkir di depan desa kita setelah mereka mencuri telur ikan,”ujarnya.

Sementara, Direktorat Polairud Polda Maluku Utara Kombes Pol. R. Djarot Agung Riadi S.I.K, mengaku belum bisa melakukan penindakan terhadap kapal tersebut. Dia mengatakan, pihaknya sudah menerima informasi tersebut sejak lama. Dia mengaku sudah memerintahkan anggotanya melalui Kasubdit Penagakan Hukum untuk mengecek langsung.

Baca:  Pria Sebatang Kara di Ternate Ditemukan Tak Bernyawa

“Coba koordinasikan dulu dengan dinas perikanan, setahu saya tidak ada regulasinya tentang telur ikan terbang. Intinya bagaimana kita mau melakukan penegakan hukum sementara regulasi tentang telur ikan terbang tidak ada,  jelas Djarot pada malutpost.id, Senin (13/9/2021).

Djarot bilang, pasca menerima informasi pihaknya beberapa kali berdiskusi dengan pihak terkait seperti Dinas Kelautan dan Perikanan Malut dan Dinas KPSP yang membidangi hal tersebut, namun kendalanya pada regulasi.

“Saya menemukan informasinya bukan cuman satu kali atau dua kali. Tapi disaat Kami ingin melakukan penegakan hukum ternyata regulasinya tidak ada. Saya tanya ke PSKP yang ahli itu juga mengatakan tidak ada regulasi. Kalaupun ada izin harus melalui provinsi itu bersifat rekomendasi katanya. Kalau rekomendasi sanksinya apa? Ya tidak ada juga,” pungkasnya. (mg-06)

Baca:  HARITA Nickel Kembali Bagikan 1.600 Paket Sembako  

 

Laporan: Muhlis Idrus

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks