SMA IT Fagogoru Halmahera Tengah Butuh Perhatian, Bangunan Masih Berdinding Papan 

Bangunan sekolah SMA IT fagogoru masih terbuat dari papan. (Foto: Udi/malutpost.id)

Weda, malutpost.id — Sekolah Menengah Atas (SMA) IT Fagogoru Desa Dotte Kecamatan Weda Timur, Kabupaten Halmahera Tengah, butuh sentuhan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Pasalnya, sejak dibangun pada 2016, bangunan sekolah masih terbuat dari papan. Padahal, jumlah siswanya sebanyak 116 orang.

Kepala Sekolah SMA IT Fagogoru Nurlela Hi. Tahir menyatakan, keberadaan sekolah ini merupakan keinginan masyarakat. Sebab, banyak siswa di Dotte, usai lulus Sekolah Menengah Pertama atau SMP, tidak lagi melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA.

Itu karena untuk menempuh pendidikan tingkat SMA, mereka harus keluar daerah karena di Desa Dotte saat itu belum ada sekolah SMA.

Baca:  DPRD Minta Prioritaskan Tenaga Lokal untuk Guru PTT di Moti, Hiri, dan Batang Dua

Oleh karenanya, tahun 2015, Kepala Desa Dotte bersama 25 tokoh masyarakat berembuk untuk mengadakan sekolah SMA guna memberantas anak putus sekolah. Juli 2016, SMA IT Fagogoru kemudian didirikan. “Tahun 2016 itu dibuka penerimaan siswa baru dan hanya 3 orang yang mendaftar,” jelas Kepsek.

Dua bulan berikutnya, jumlah siswa bertambah menjadi 11 orang, meningkat lagi menjadi 23 siswa pada 6 bulan berikutnya. “Tahun 2019 angkatan pertama ujian di SMA IT Fagogoru sebanyak 23 siswa. Karena ujian perdana UNBK ditambah keterbatasan sarana komputer maka siswa-siswi diboyong ke SMKN 8 Halteng untuk mengikuti ujian,” ucap Kepsek.

Angkatan ke 2 jumlah siswa sebanyak 21 orang. Sedangkan angkatan ke 3 jumlah siswa sebanyak 28 siswa. Sekarang, kata dia, jumlah siswa sudah mencapai 116 orang. “Sekarang sekolah kami banyak siswa pindahan. Baik dari Jawa, Haltim, Kota Ternate dan Halsel,” tandasnya.

Baca:  Main Play Station di Jam Sekolah, Sejumlah Pelajar di Ternate Kena Razia Satpol PP

Lanjutnya, SMA IT Fagogoru memiliki 4 ruang belajar dan 1 ruang kantor, semuanya masih terbuat dari papan. Pihak sekolah, kata Kepsek, sudah melakukan pengusulan sejak 2016-2017 untuk pembangunan infrastruktur sekolah namun, belum ada respon.

Begitu juga 2017-2018 dan 2020 pihak sekolah kembali membuat pengusulan tetapi tidak diakomodir Pemerintah Provinsi. “Tahun 2021 ini kita buat pengusulan lagi. Semoga saja bisa terakomodir. Sebab, kita sangat butuh kelengkapan sarana prasarana,” tandasnya. (mpf)

 

 

_

Laporan: Fahrudin Udi

Editor: Ikram Salim

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks