Demo Pemkot Tidore, Mahasiswa Runut Masalah di Mafututu-Jiko Cobo 

Wali Kota dan Wawali Temui massa aksi di halaman kantor Wali Kota, Kamis (2/9/2021). (Foto: Hasbi/malutpost.id)

Tidore, malutpost.id — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Solidaritas Tidore Timur melakukan unjuk rasa di kantor Wali Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Kamis (2/9/2021).

Dalam aksi itu, massa aksi meminta Pemkot Tidore Kepulauan segera mewujudkan tuntutan infrastruktur di Kelurahan Mafututu-Jiko Cobo.

Ada tiga permasalahan yang disuarakan oleh mahasiswa kepada pemerintah di antaranya masalah sampah, internet yang belum dirasakan di Kecamatan Tidore Timur khususnya di Mafututu-Jiko Cobo dan masalah infrastruktur jalan.

Koordinator lapangan, Dodi Latif dalam orasinya menyatakan, warga Mafututu dan Jiko Cobo selama ini sulit mengakses internet. Ini dianggap memberi dampak buruk bagi perkembangan pengetahuan terutama mahasiswa dan siswa di wilayah tersebut.

“Kami desak ke Pemkot Tikep agar serius mengurusi persoalan ini dengan segera membangun fasilitas tower di Mafututu-Jiko Cobo,” katanya.

Baca:  Zainul Rahman; Wali Kota Ternate Wajib Tindak Lanjut Rekomendasi KASN

Masalah lainnya adalah, ruas jalan di Mafututu-Jiko Cobo yang sudah rusak sejak lama. Mereka juga mendata terdapat 88 lubang jalan yang mengancam pengendara. Bahkan, ada juga jembatan di ruas jalan itu sudah 4 tahun tanpa diaspal.

Masalah lainnya adalah lampu penerangan jalan umum, dimana pembangunannya tidak dilanjutkan lagi. Informasinya ada 400 unit lampu PJU sepanjang jalan di Mafututu-Jiko Cobo.

“Kami juga minta Pemkot segera memfasilitasi tempat sampah di masing-masing RT dan memfungsikan mobil pengangkut sampah,” tutur Dodi.

Tuntutan masahasiswa itu langsung direspon oleh Wali Kota Capt. Ali Ibrahim dan Wakil Wali Kota Muhammad Sinen yang menemui massa aksi di halaman kantor wali kota.

Wali kota menegaskan, semua tuntutan massa aksi segera ditindaklanjuti.

“Status ruas jalan itu adalah jalan nasional. Itu kewenangan pemerintah pusat melalui Balai (Jalan dan Jembatan). Tapi kami akan meneruskan keluhan ini pihak Balai agar segera ditindaklanjuti,” kata Wali Kota.

Baca:  Warga Palang Kantor Lurah, DPRD Minta Pemkot Segera Ambil Langkah

Soal sampah dan lampu PJU juga segera ditindaklanjuti oleh Pemkot.

“Soal sampah, saya pastikan, 3 minggu kedepan kami akan sediakan kontainer sampah,” tegas Wali Kota.

Senada, Wakil Wali Kota, Muhammad Sinen menambahkan, ruas jalan dari Mafututu-Jiko Cobo itu ruas jalan nasional. Jika status jalan dibawah Pemkot, maka sudah akan dibangun.

Kendati begitu, Pemkot akan menyampaikan ke Balai dan Provinsi agar segera mengerjakan jalan tersebut. Di hadapan mahasiswa, wawali meminta agar mahasiswa memberi penilaian secara objektif dan jangan menilai sepihak.

Pemkot telah mengalokasikan anggaran ke kecamatan dan kelurahan agar kebutuhan masyarakat bisa terakomodir melalui anggaran tersebut.

“Jangan hanya karena masalah jalan yang statusnya nasional itu dianggap sebagai kegagalan wali kota dan wakil dan menganggap kami tidak perhatikan Tidore Timur, itu salah,” kata Wawali.

Baca:  Mahasiswa Kubermas Unkhair Buat Tempat Sampah

Ayah Erik, sapaan Muhammad Sinen menambahkan, masalah sampah itu juga akan segera ditindaklanjuti oleh Dinas Lingkugan Hidup.

Orang nomor dua di Tikep itu meminta masyarakat juga harus punya kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Saya minta ke DLH, masalah sampah ini harus diseriusi. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Soal PJU, kata wawali, dia mengaku belum ada lampu jalan sehingga tampak gelap termasuk saat dilihat dari Ternate.

“Kedepan, jadi prioritas. Lampu jalan di Tidore Timur harus dipasang secara merata,” tegas Wawali.

“Jaringan ini akan diperhatikan. Saya minta kepada kepala Dinas Infokom agar segera atasi masalah jaringan internet,” pinta Wawali.(aby)

 

 

_

Laporan: Hasbi Konoras

Editor: Ikram Salim

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks