Kakek 66 Tahun di Morotai Setubuhi Anak Tetangga hingga Hamil

Ilustrasi persetubuhan anak. (istimewa)

Daruba, malutpost.id — Seorang pria di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, berinisial TB diduga menyetubui anak di bawah umur hingga hamil. Korban diketahui masih berusia 14 tahun itu, kini tengah hamil 4 bulan.

Informasi diterima malutpost.id, menyebutkan, pria yang sehari-hari sebagai petani itu tidak lain merupakan tetangga korban. Kabarnya, bocah putus sekolah sejak sekolah dasar ini sudah 2 kali disetubuhi pelaku. Peristiwa itu pertama kali terjadi pada Desember 2020 lalu.

Lebih memiluhkan lagi, korban saat ini hanya tinggal berdua dengan ayahnya yang lumpuh, sedangkan sang ibu sudah lama meninggal.

Salah satu kerabat yang dihubungi malutpost.id malam tadi melalui telepon menceritakan, sesuai penjalasan korban, perbuatan tersebut dilakukan di rumah pelaku. Saat itu, kakek 66 tahun tersebut mengajak korban untuk makan dirumahnya.

Karena bertetangga, korban tidak menaruh curiga. Sementara pelaku sudah menaruh hasrat jahat terhadap korban.

“Kejadian pertama itu siang hari jam 14.00 di rumah pelaku. Pelaku persilahkan korban mau makan bisa langsung ambil. Sementara korban ini anggap biasa sehingga dia ambil. Setelah masuk ke rumah, pelaku sudah tahan si korban. Baru dibujuk dengan uang 100 ribu. Dia berbuat tidak senonoh, itu baru sekali. Dan informasi lain, pelaku berbuat dua kali sehingga korban hamil 4 bulan,” cerita kerabat korban yang menolak namanya dipublis.

Kasus tersebut baru terungkap, setelah paman korban mendatangi korban. Dari situ, dia melihat gelagatnya yang tampak mencurigakan. Setelah menuntut penjelasan, korban akhirnya mengaku telah disetubuhi pelaku.

“Keluarga korban minta bantu buat laporan ke Polres Morotai. Bahkan kejadian ini pelaku sendiri menceritakan ke orang, jadi ada banyak saksi,”tambahnya.

Paman korban Ibon (nama samaran) kepada media ini membenarkan peristiwa yang menimpa ponakannya. Dia bilang, pelaku sendiri sudah diinterogasi oleh pemerintah desa, hanya dirinya menyangkal.

“Setelah keluarga interogasi ke korban baru tahu ternyata betul dia hamil. Keluarga minta saya buat pengaduan ke Badan Pelindungan Kaum Perempuan dan Anak di Morotai. Saya juga limpahkan ke Dinas Sosial, dan Polres Morotai” tegasnya.

Terpisah, Ketua API (Aksi Perempuan Indonesia) Kartini DPK Pulau Morotai, Athy Juliyati mengaku telah mendapat informasi tersebut dari keluarga korban.

“Intinya bahwa jika informasi ini betul adanya maka kami dari API Kartini Morotai akan terus mengawal kasus ini hingga korban mendapat keadilannya. Dan jika benar maka pelaku secepatnya diamankan,” tegas Athy. (cr-04)

 

 

_

Laporan: Sofyan Togubu

Editor: Ikram Salim

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks