Terpidana yang Bunuh Pelajar SMA di Ternate Kabur dari Penjara

M Kasim Hafel alias Upi terpidana kasus pembunuhan yang kabur dari Lapas Ternate, Selasa (24/8/2021). (istimewa)

Ternate, malutpost.id – Seorang tahanan pelaku pencurian dan pembunuhan terhadap pelajar SMA di Ternate, kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA, Ternate, Maluku Utara, Selasa (24/8/2021).

Pelaku bernama Muhammad Kasim Hafel bin Udi Hafel (33 tahun) berhasil melarikan diri rungan tahanan isolasi blog G setelah merusak pintu ruangan tersebut. Aksi itu dilakukan sekira pukul 03.30 WIT dini hari.

Pria asal Sulawesi Selatan yang tinggal di Kelurahan Makassar Timur, Kecamatan Ternate Tengah, itu dibantu rekan satu selnya, yakni Bayu Prasojo (40) narapidana kasus narkotika. Keduanya keluar dari ruang isolasi yang merupakan blok maksimum security.

Baca:  Ibu Muda di Ternate Gantung Diri, Begini Pengakuan Tetangga Korban

Kepala Lapas Kelas IIA Ternate, Maman Hermawan menjelaskan, setelah berhasil merusak pintu ruang, keduanya melompat melewati jeruji besi blok G.

Saat di tembok terakhir lapas yang tingginya sekira lebih dari 3 tersebut, M. Kasim lebih dulu memanjat tembok dengan cara menaiki pundak Bayu. Upaya keduanya ternyata diketahui petugas, yang berhasil menangkap Bayu, sedangkan Kasim berhasil lolos keluar Lapas.

“Jadi dalam satu titik itu temboknya ada yang cuma setinggi tiga meter. Mereka lari ikut situ. Tapi yang satu sudah naik, sedangkan yang satu lagi belum sehingga petugas kami dapat menangkapnya,” jelas Maman.

Kasim sendiri tidak mengenakan baju saat kabur keluar Lapas, karena pakaiannya tersangkut kawat duri diujung tembok. Menurut Maman, petugas sulit mengejar narapidana yang lolos, lantaran harus berputar melalui pintu depan Lapas.

Baca:  Polisi Bakal Otopsi Jenazah Almarhum Munir 

“Bajunya (M. Kasim, red) sempat terkena kawat duri, jadi dia keluar tidak pakai baju. Saya juga lihat ada titik darah bekasnya dia,”ungkap Maman.

Sementara pengejaran pria yang berulang kali terlibat kasus pencurian itu, melibatkan aparat kepolisian. Terpisah, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Provinsi Maluku Utara, Teguh Wibowo menegaskan, pihaknya akan memeriksa petugas jaga yang mendapat jadwal piket saat itu.

Dia memastikan, pelarian tersebut murni dilakukan atas keinginan narapidana, bukan dibantu oleh petugas jaga di Lapas.

“Kita akan proses dulu petugas jaganya. Tapi yang terpenting saat ini, kita perintahkan dalam kurun waktu 2×24 jam harus tangkap napi ini,” tegasnya seraya berharap napi yang kabur bisa segera menyerahkan diri. (ikh)

Baca:  Jenazah Wanita yang Tewas Tergantung Dimakamkan Siang Ini

 

 

_

Laporan: Ikram Salim

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks