Kolaborasi jadi Kunci Turunkan Prevelensi Stunting di Ternate 

Jusuf Sunya. (istimewa)

Ternate, malutpost.id — Penanganan stunting atau tubuh pendek akibat kurang gizi kronis perlu intervensi semua pihak. Akselerasi penurunan stunting menjadi salah satu program Pemerintah Kota Ternate dalam bidang kesehatan untuk meningkatkan derajat ibu hamil dan anak.

“Stunting menjadi agenda nasional dan permasalahannya multidimensional, dimana semua daerah wajib bahu membahu, berkolaborasi dan untuk menuntaskannya,”kata Sekretaris Kota Ternate, Dr. Jusuf Sunya, ME, usai mengikuti rapat koordinasi pelaksanaan konvergensi percepatan penurunan stunting yang dilaksanakan oleh Kementerian Sekretariat Negar bersama Wakil Presiden H. Maaruf Amin secara virtual, Senin (23/8/2021).

Menurutnya, konsolidasi lintas sektor perlu didorong agar prevelensi stunting ini benar-benar ditangani secara komprehensif.

Baca:  Pemkot Ternate Perlu Pemetaan Wilayah Soal Air Bersih

Dia menjelaskan, penanganan kasus stunting menjadi program prioritas bidang kesehatan sebagaimana visi Pemkot yang dituangkan dalam RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah) Kota Ternate 2021-2026.

“Dan Renstra OPD terkait akan melakukan intervensi spesifik kepada ibu hamil dan anak-anak,”lanjut Jusuf.

Menurut Jusuf, stunting merupakan prioritas nasional yang menjadi target yang ditetapkan dalam RPJMN 2020-2024. Upaya pemerintah adalah adalah menurunkan prevalensi stunting menjadi 14 persen pada 2024.

Saat ini, terdapat 360 kabupaten/kota yang menjadi lokasi prioritas pelaksanaan Program Percepatan Penurunan Stunting.

Pemerintah telah menetapkan 154 kabupaten/kota sebagai lokasi prioritas baru, sesuai Keputusan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional nomor Kep.10/M.PPN/HK/02/2021 tanggal 25 Februari 2021 tentang Penetapan Perluasan Kabupaten/Kota Lokasi Fokus Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi Tahun 2022.

Baca:  Zona Kuning, Siswa di Pulau Ternate Boleh Belajar Tatap Muka

Mantan Kabag Humas ini berujar, Pemkot Ternate juga telah mengeluarkan Keputusan Wali Kota No 59/II.2/KT/2021, yang menetapkan 19 kelurahan yang menjadi titik fokus pencegahan dan penanggulangan stunting di Kota Ternate.

“Keputusan ini menjadi rujukan agar dilakukan intervensi bersama dan kolaborasi lintas sektor untuk perceatan pencapaian dan penanganan stunting yang lebih optimal dan terintegrasi,”jelasnya.

Karena itu, pemerintah komitmen mendorong progam ini sebagai program inklusif sebagaimana amanat RPJMD untuk melahirkan generasi emas ke depan. “Tujuan kita ibu hamil, bayi dan balita tercukupi kebutuhan gizi dan asupan makanan sehat, sehingga target capaian sebagaimana yang visi dan misi wali kota dapat tercapai,”pungkas Jusuf. (ikh)

Baca:  Basarnas Ternate Akhirnya Temukan KMN Usaha Baru 65

 

_

Laporan: Ikram Salim

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks