Begini Penampakan Gunung Sampah di Halmahera Selatan

Tumpukan sampah plastik tampak menggunung di lokasi TPA karena tidak ditimbun, Senin (23/8/2021). (Foto: Maulana/malutpost.id)

Bacan, malutpost.id – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara belum punya alternative lain dalam mengelolah sampah selain menimbunnya dalam tanah di lokasi TPA (tempat pembuangan akhir) Desa Marabose, Kecamatan Bacan.

Padahal, cara tersebut sangat berdampak pada air tanah selama proses pembusukan atau dekomposisi. Amatan wartawan malutpost,id, Senin, (23/8/2021) tumpukan sampah menggunung di TPA karena tidak ditimbun dalam tanah. Tumpukan sampah plastik itu kira-kira seluas lapangan sepak bola dengan tinggi sekira 5 meter.

Bahkan, plastik itu dibiarkan menumpuk begitu saja hingga hampir menutup separuh badan jalan.”Kami belum ada bank sampah, karena kekurangan sumberdaya manusia dan kurangnya dukungan anggaran, “kata Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman, Halsel saat ditemui malutpost.id di ruanganya, Senin, (23/8).

Baca:  HARITA Berikan 1 Unit Alat PCR dan Seribu Dosis Vaksin Covid-19

Dia menjelaskan, hingga kini pengolahan sampah organik di TPA dilakukan dengan cara menggali lubang raksasa untuk menimbun sampah di dalamnya.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Dinas Perkim, Nurnisa Mustakin membenarkan cara pengolahan sampah yang dilakukan dinasnya. Saat wartawan malupost.id menunjukan foto tumpukan sampah yang berserakan di lokasi TPA. Ia bilang, sampah tersebut semestinya tidak dibiarkan menumpuk dan berserakan di TPA.

“Ini adalah kesalahan, dapat merusak lingkungan sebenarnya tidak bisa begitu, membiarkan sampah berserakan di TPA”tandasnya. (k01)

 

_

Laporan: Maulana Djamal Syah

Editor: Ikram Salim

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks