Fenny J. Katuuk, S.Pi; Kumtua Kaasar Minahasa Utara Raih Prestasi di Masa Pandemi Covid-19

Penanganan Covid-19 dan capaian lunas PBB 100 persen oleh Desa Kaasar, Kauditan Minahasa Utara, Provinsi Sulut. (desain grafis: ismit alkatiri)

Airmadidi, malutpost.id – Kinerja Hukum Tua (kumtua)/Kepala Desa Kaasar Kecamatan Kauditan patut diteladani. Belum lima bulan memimpin desa di Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara itu, Fenny Jeanette. Katuuk, S.Pi mampu menggalang potensi masyarakat di tengah masa Pandemi Covid-19.

Kumtua perempuan yang baru saja dilantik Bupati Minut Joune Ganda pada 15 April 2021 lalu itu, memulai tugasnya di tengah tantangan yang berat. Terjadi peningkatan kasus Covid-19 yang memaksa pemerintah mengambil kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV secara nasional. Tak terkecuali, Desa Kaasar yang masuk zona merah. ”Puji Tuhan, atas kerjasama seluruh elemen masyarakat, Desa Kaasar bisa melaksanakan PPKM Level 4 sehingga zona merah bisa dilewati dengan aman dan terkendali,” ungkap Fenny kepada malutpost.id melalui WhatsApp, Jumat (20/8/2021).

Sarjana lulusan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi itu setidaknya melakukan langkah yang tepat menghadapi Pandemi Covid-19. Langkah pencegahan diambil Hukum Tua dan perangkat desa melalui pengaktifan Posko Covid-19 dan penetapan jam malam. ”Selain itu, kami juga membuat portal-portal untuk membatasi mobilitas masyarakat, meminimalisir kerumunan dan pengawasan terhadap protokol kesehatan yang ketat serta edukasi tentang Covid-19 secara intens kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain secara fisik, Kumtua Fenny pun melakukan langkah spiritual melalui ibadah dan doa rutin oleh pemerintah desa dan doa bersama pemulihan bangsa setiap hari Senin.

Untuk langkah penanganan, Desa Kaasar aktif melakukan program pemberian vitamin dan obat-obatan, tracing dan testing melalui kerjasama dengan Puskesmas Kauditan. ”Dan, untuk pemberian vaksin, warga kami sudah divaksin tahap I sebanyak 437 orang,” tandasnya.

Menghadapi implikasi sosial Covid-19, Kumtua Fenny membijaksanai bantuan pemerintah desa berupa paket sembako masing-masing senilai Rp500 ribu. Bantuan itu diberikan kepada 25 jiwa/keluarga yang menjalani isolasi mandiri. Sementara BLT (bantuan langsung tunai) diberikan oleh desa kepada 47 KPM (keluarga penerima manfaat) masing-masing senilai Rp300 ribu.

Dari dampak Covid-19 terhadap ekonomi, Desa Kaasar mengantisipasi melalui program ketahanan pangan.  ”Selama masa pandemi ini, program ketahanan pangan dikerjakan oleh KTW (kelompok tani wanita) Kendis Kaasar melalui kegiatan PL2 (Pekarangan Panen Lestari) yang menghasilkan sayur dan palawija. Kita sudah beberapa kali panen dan hasilnya disalurkan kepada anggota,” tambah Fenny.

Program di masa pandemi Covid-19 baik dari aspek pencegahan,  penanganan, serta antisipasi dampak sosial ekonomi yang dilakoni Kumtua Fenny telah memperkuat ekonomi masyarakat desa. Salah satu indikatornya, seluruh objek pajak sebanyak 575 SPPT di desa itu mampu melunasi pajak PBB. ”Pelunasan pajak PPB tahun fiskal 2021 dengan penetapan angka Rp29.660.972 ini lunas 100 persen pada 5 Agustus 2021 lalu,” ujar Fenny.

Desa Kaasar menduduki urutan kedua se-Kabupaten Minut dalam pelunasan PBBB 100 persen, dan satu-satunya desa di Kecamatan Kauditan yang lunas PBB 100 persen di masa pandemi Covid-19. Prestasi itu berbuah manis. Pemerintah Desa Kaasar memperoleh piagam penghargaan dari Kecamatan Kauditan yang diserahkan Camat Royke Rampengan, S.PT, M.Si pada momen perayaan HUT ke-76 RI, 17 Agustus lalu. ”Keberhasilan ini merupakan wujud kerjasama seluruh elemen masyarakat Desa Kaasar,” pungkas Hukum Tua Fenny.(aba/adv)

 

 

Laporan: Ismit Alkatiri

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks