Ormas Ingin RPJMD Kota Ternate Fokus Juga ke Budaya

M Ronny Saleh, unsur Ormas memberi pembobotan Ranwal RPJMD agar fokus ke masalah budaya. (foto: istimewa)

Ternate malutpost.id — Rancangan Awal (Ranwal) RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Kota Ternate 2021-2026, Rabu (18/8/2021) diboboti di DPRD Kota Ternate.

Sejumlah organisasi masyarakat (ormas), komunitas dan pusat studi mahasiswa datang ke Kantor DPRD, memberikan pemikiran dan pembobotan terhadap Ranwal RJPMD.

Presidium Madopolo Kepala Keluarga Malamo Besar Ternate, M Ronny Saleh kepada wartawan, menuturkan, Ranwal RPJMD Kota Ternate harus fokus pada pada isu budaya. Menurutnya, Ranwal RPJMD 2021-2026 khususnya bidang kebudayaan, tidak mengakomodir dua amanat turunannya yakni Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024 tentang kemajuan budaya yang mencerminkan kepribadian bangsa. “Begitu juga dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Ternate 2025 tentang mewujudkan pembangunan kota budaya dan sejarah,” jelasnya.

Baca:  Pemkot Ternate Siap Lanjutkan Pembangunan Talud Swadaya di Rua

Dia menyebutkan, ada beberapa misi di dalam RPJMD yakni pembangunan kota budaya, nilai-nilai luar budaya kota, karakter masyarakat dan peningkatan pemahaman.

Dia memberi catatan bahwa yang ditemui dalam dokumen RPJMD, bahwa uraian dari misi ke 4 dan ke 8 RPJMD tidak mengarah pada pengertian budaya yang sesungguhnya, melainkan instrumen budaya dalam narasi tersebut diartikan sebagai aktifitas ekonomi kreatif berbasis komunitas kepemudaan. “Padahal Kota Ternate saat ini identitas budayanya sangat kuat. Lembaga kesultanan sebagai instrumen budaya Ternate tidak diakomodir dalam narasi RPJMD,” katanya.

Selain itu, tidak sinkronnya arah RPJDP 2025 dengan isu-isu strategis RPJMD 2021-2026 yang dibangun. “Selain itu, dasar hukum penyusunan serta pendekatan dan perencanaan yang tidak akomodatif pada regulasi terkait. Terdapat pada narasi kunci sesuai tekstual pada butir 4 dan butir 8 pada misi Program Walikota Ternate yang kemudian diurai secara sempit penjabarannya menjadi program kegiatan,” ujarnya.

Baca:  Ajak Cewek Isap Ganja saat Video Call, Petugas Kebersihaan di Ternate Ditangkap Polisi

Dia menambahkan, kelembagaan sosial dan kearifan lokal seharusnya menjadi konsentrasi Ranwal RPJMD. “Tapi faktanya itu masih dalam narasi yang bias tidak tertuju pada definisi atau narasi kelembagaan sosial yang menuju pada instrumen budaya yang sesungguhnya. Hal ini dinilai akan bias juga pada penjabaran program,” tambahnya.(Mg-08)

 

Laporan : Taslim T. Laher

Editor: Ismit Alkatiri

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks