15 Tahun Kayuh Becak di Sula, Sahrul Kailul Sarjanakan 2 Putrinya

Sahrul dengan becaknya menyambung hidup keluarga, mensarjanakan 2 putrinya. (foto: fahmi/malutpost.id)

Sanana, malutpost.id – Sahrul Kailul, pengayuh becak yang biasanya mangkal di depan toko Bina Karya, Desa Fagudu, Kecamatan Sanana, Sula bisa berbangga. Meski sebagai profesi tukang becak dengan pendapatan, namun lelaki 56 tahun ini bisa menyekolahkan 4 anaknya.

Bahkan, dia berhasil mensarjanakan dua putrinya yang belum lama ini diwisuda di STAI Babusalam Sula. Satunya lagi duduk di semester 5 perguruan tinggi yang sama. Sementara anak keempat yang laki-laki sudah lulus SMA dalam persiapan mengikuti tes untuk masuk TNI.

Warga Desa Waihama Kecamatan Sanana ini ketika ditemui malutpost.id di tempat mangkalnya, Rabu (18/8/2021) tadi mengaku bersyukur. Selama 15 tahun menekuni profesi sebagai penarik becak, dia bisa membahagiakan keluarganya. Setidaknya, 3 putri dan satu putra diproyeksikan untuk bisa berhasil dalam pendidikan.

Baca:  Ditentang Pengurus, Ike Masita; Jika Tidak Mau, Keluar Juga Alhamdulillah

Bicara soal makna kemerdekaan, Sahrul melihat dari perspektifnya. Menurut dia, dibanding 10 tahun lalu, saat ini profesi tukang becok lebih susah. “Dulu belum ada ojek. Semua orang naik becak. Sekarang, untung-untungan dapat penumpang setiap saat,” katanya.

Namun demikian, Sahrul masih tetap bertahan sebagai penarik becak. Dia mengaku, banyak temannya sudah beralih sebagai tukang ojek. Dia tetap bertahan dengan pendapatan sehari antara Rp75 ribu hingga Rp 100 ribu. “Alhamdulillah. Kita syukuri rezeki yang sudah diberikan Allah.

Untuk mengais rezeki setiap hari, Sahrul bangun subuh. Setelah sarapan dia pun mengayuh becaknya. Sesekali dia mangkal di tempat langganan yang sering gunakan jasanya. Terkadang dia mobile. Pekerjaannya ditekuni hingga pukul 18.00 WIT.

Baca:  Anggota DPRD Morotai Nyaris Baku Hantam saat Paripurna LKPJ

Dalam sehari, paling banter Sahrul mendapatkan tak lebih dari 10 penumpang. Setiap penumpang dikenakan tarif Rp10 ribu. “Kalau angkut barang, bayarannya 20 ribu rupiah,” tuturnya.(mg-01)

 

Laporan: Hamdi Embisa

Editor: Ismit Alkatiri

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks