Tarian Tidore Tampil dalam Upacara Penurunan Bendera di Istana Negara

Pentas tarian Kapita Uto Salawaku oleh tim tari Kota Tidore. (foto: istimewa)

Tidore, malutpost.id – Tarian Kapita Uto Salawaku dari Tidore terpilih bersama tarian dari Kutai, Aceh, dan Lombok untuk tampil dalam acara penurunan bendera di Istana Negara,  serangkaian HUT ke-76 RI, Selasa (17/8/2021) sore ini.

Tarian ini dimainkan penari dan pemusik dari Kota Tidore Kepulauan. Rindwan Ibrahim, salah satu tim tari ini mengatakan, Kapita Uto Salawaku merupakan kolaborasi dua tarian tradisional Tari Kapita dan Tari Uto Salawaku dalam satu irama.

Terpilihnya tarian Tidore dalam upacara penurunan bendera HUT ke-76 RI ini, menurut Gogo (anggota tim kesenian ini), tidak lepas dari peran Eko, koreografer nasional yang dipercayakan menangani Sail Tidore beberapa waktu lalu.

Gogo kepada malutpost.id, Selasa (17/8/2021) menuturkan, Eko sangat tertarik dengan tarian Kapita saat menyaksikan penampilan anak muda dari berbagai profesi yakni petani tomat, nelayan, penjahit dan penenun. Rekomendasi Eko itulah, Kementerian Sekertaris Negera menyurat ke Provinsi Maluku Utara dan Pemkot Tidore Kepulauan untuk menampilkan tarian ini dalam acara HUT RI di Istana Negara.

Sebetulnya, menurut Gogo, tim ini semestinya tampil secara live di Istana Negara. Namun karena kondisi pandemic Covid-19, tarian ini hanya ditayang secara  virtual melalui channel youtube Sekretariat Negara dan TV Nasional pada Pukul 18.36 WIT.

Para penari dan pemusik ini sudah melakukan pengambilan video sejak 1 Agustus 2021. Pentas tarian ini dilakukan di halaman Kedaton Kesultanan Tidore.

Tarian Kapita merupakan tarian perang yang diangkat dari ritus masyarakat adat Kesultanan Tidore. Para Kapita adalah para panglima perang yang memimpin pasukan. Sedangkan Uto Salawaku adalah sebuah ritus doa yang dilakukan oleh para pemimpin adat sebelum pasukan menuju medan pertempuran. Ritual doa dilakukan untuk memohon berkat dan pertolongan Allah SWT untuk melindungi Sultan Tidore serta seluruh bala rakyat negeri Tidore. Setelah ritual doa selesai, salawaku akan ditancapkan ke tanah sebagai tanda meneguhkan niat bahwa perang adalah jalan terakhir untuk membela martabat dan kehormatan Kesultanan Tidore.

‘’Tarian Kapita Uto Salawaku menggambarkan tekad dan semangat juang para panglima perang Sultan Nuku dan pasukan untuk melindungi negeri dan seluruh bala rakyat Kesultanan mulai dari pulau Tidore, sebagian Oba, wilayah Gamrange, Wasile Maba, Weda, Patani, Gebe hingga Raja Ampat, Papua Sembilan negeri dan 4 (empat soa) atau Papua  Gam Sio se Ma For Soa Raha, Seram Timur, Kei, Aru serta pulau-pulau tenggara jauh,’’ jelas Gogo.(mg10)

 

Laporan: Faisal Umar

Editor: Ismit Alkatiri

 

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks