Polisi Bubar Paksa Demo Vaksinasi di Morotai dengan Water Cannon dan Gas Air Mata

Massa aksi di Morotai tetap bertahan ‘digempur’ water cannon saat aksi vaksinasi di Kantor DPRD Morotai, Senin (16/8/2021). (Foto: Opan/malutpost.id)

Daruba, malutpost.id — Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa dan pelajar tergabung dalam komunitas Bangsaha, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara berlansung di depan kantor DPRD Morotai, Senin (16/8/2021). Aksi yang dimulai pukul 09.30 WIT, itu dibubar paksa oleh aparat kepolisian menggunakan water cannon dan gas air mata.

Meski begitu, massa aksi tetap bertahan saat terkena semprotan air dari mobil pembubar massa itu. Beberapa massa aksi juga diamankan aparat ke Mako Polres Pulau Morotai.

Dalam tuntutan massa aksi meminta pemerintah dan DPRD meninjau kembali aturan vaksinasi Covid-19 di Morotai yang dinilai memberatkan masyarakat.

Baca:  Menengok Belajar Tatap Muka di Halmahera Selatan

Membuka akses dan jaminan ketersedian dan obat-obatan dengan harga murah, ketersedian sarana kesehatan, serta menghapus aturan sertifikat vaksinasi sebagai syarat penerima BST (bantuan sosial tunai).

Tuntutan lainnya yakni, naikan HHP (harga pembelian pemerintah) pada hasil produksi pertanian hortikultura serta bantuan alat untuk membongkar lahan pertanian di Desa Rahmat. “Segera bangun atau perbaiki talud penahan ombak di Desa Mira dan Desa Rahmat, Morotai Timur,” teriak Renol Forno kepada malutpost.id.

“Kami minta pemda harus memperbaiki kebijakan vaksinisasi, terkait dengan ketidakprofesionalnya tim satgas dalam melakukan vasinasi sehingga memberi dampak atau efek samping yang cukup parah terhadap masyarakat yang divaksin, selanjutnya pemda harus menghapus surat vaksin sebagai syarat pengambilan BST,”tegasnya.

Baca:  Ekspor 12,6 Ton Tuna ke Vietnam, Bea Cukai Ternate Dorong PEN

Ketua Umum Komunitas Bangsaha Fikram Djakaria mengutuk keras tindakan represif anggota polisi terhadap massa aksi. “Saya mengecam dan mengutuk keras atas tindakan represif kepolisian dengan membubarkan massa aksi seperti binatang liar yang disasar dengan gas air mata dan water cannon,” kesalnya.

Terpisah, Kapolres Morotai, AKBP A’an Hardiansyah mengatakan, penanganan aksi yang dilakukan personilnya sudah sesuai prosedur. Dia membenarkan, ada pelajar SMA yang turut serta dalam aksi tersebut. Untuk itu, pihaknya akan menghubungi pihak sekolah.

“Kami masih memberikan kesempatan, setibanya anggota di lokasi kami masih memberikan kesempatan ke mereka (masa aksi. Red). Dan pembubaran masa aksi sendiri memakan waktu sekitar 30 menit. Yang didemokan mengenai prosedur perbaikan vaksinasi covid-19. Secara fakta terdapat satu anak kelas dua SMA yang ikut aksi. Kita akan hubungi kepsek dan kepala dinasnya untuk bagaimana peran seorang guru memberikan edukasi terhadap siswa bersangkutan,”tutupnya.(cr-04)

Baca:  Lakukan Aksi Kekerasan Terhadap Warga, 2 Anggota TNI AU di Papua Akan Ditindak Tegas

 

_

Laporan: Sofyan Togubu

Editor: Ikram Salim

Kolom Komentar
CATEGORIES
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks