Dijerat Pasal Berlapis, 2 Nakoda Tabrakan Maut di Bacan Jadi Tersangka

Tabrakan speedboat di Bacan, Halsel, upaya penyelematan terhadap penumpang, Jumat (6/8/2021). (istimewa)

Bacan, malutpost.id – Dua nakoda speedboat yang terlibat dalam tabrakan maut di Perairan Bacan, Jumat (6/8) lalu ditetapkan sebagai tersangka. Kedua nakhoda ini bertanggung  jawab atas tabrakan Speedboat Hesiqa dan Habibi 01 yang menyebabkan dua penumpang meninggal dunia. Kedua tersangka itu masing-masing FI alias Faris, nakhoda Hesiqa dan TR alias Taufik, nakhoda Habibi 01.

Bripka Reskiawan, SH. Paur Subag Humas Polres Halsel yang dihubungi malutpost.id, Senin (16/8/2021) siang ini, menyebutkan penyidik telah menetapkan 2 tersangka dari 15 saksi yang diperiksa selama 10 hari.

Kedua nakhoda ini jadi tersangka karena diduga kelalaiannya yang mengakibatkan korban jiwa dan kerugian benda. Akibatnya, kedua tersangka dijerat pasal berlapis. Pasal 323 ayat (1,2 dan 3) UU No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran Jo Pasal 359 atau 360 ayat (1) dan (2) KUHPidana dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar. “Pasal yang disangkakan yaitu Pasal 323 ayat (1),( 2) dan (3) UU No 17 tahun 2008 tentang Pelayaran Jo Pasal 359 atau 360 ayat (1) dan (2) KUHPidana” pungkasnya.

Baca:  Alasan Warga Payahe Tidore Kuliti Buaya Berukuran 3 Meter

Seperti diketahui, tabrakan maut di perairan depan Desa Sawadai dan Kubung Bacan Selatan itu menyebabkan dua penumpang Speedboat Hesiqa meninggal dunia. Dua korban itu masing-masing Barry Hamdani Abubakar, warga Kota Ternate yang juga karyawan BRI yang bertugas di Obi dan Radit Saputra, seorang remaja warga Desa Mandaong, Bacan Selatan.

Selain korban jiwa, di atas speedboat Hesiqa yang ditumpangi kedua korban juga terdapat uang senilai Rp4 miliar milik BRI yang akan dibawa ke kantor kas di Kawasi. Uang tersebut ikut tenggalam bersama badan speedboat yang pecah. Pihak terkait hanya bisa menyelamatkan sekitar Rp3 miliar lebih. Sisa sebesar Rp900 juta lebih sampai saat ini belum diketahui jejaknya.(k01)

Baca:  Penjual di Pasar Tuakona Mengaku Bingung Harus Pindah ke Pasar Labuha

 

 

Laporan: Maulana Patra Syah

Editor: Ismit Alkatiri

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks