Lion Group: Karyawan Kami Tidak Terlibat Pemalsuan PCR di Ternate

Penerapan protokol kesehatan dalam penerbangan Lion Group. (foto: istimewa)

Ternate, malutpost.id  –  Pihak Lion Air Group (Lion Air, Wings Air, dan Batik Air)  memberikan penjelasan resmi menyusul adanya perkembangan informasi tentang pemalsuan surat PCR yang terjadi dalam keberangkatan penumpang dari Bandara Sultan Babullah Ternate, Maluku Utara, Jumat (13/8) lalu.

”Setelah dilakukan penyelidikan secara internal dan konfirmasi dari pihak terkait, bahwa karyawan Lion Air Group tidak telibat dalam tindakan dimaksud. Tidak ada karyawan dari maskapai penerbangan ini yang terlibat pemalsuan surat hasil  uji  kesehatan  Reverse Transcription-Polymerase  Chain  Reaction  (RT-PCR),” jelas Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro dalam rilis yang diterima malutpost.id, Minggu (15/8/2021) malam ini.

Dia mengatakan, Lion Air Group sangat menghormati ketentuan dan peraturan yang berlaku serta bekerja menurut tugas dan fungsi masing-masing, agar operasional tetap berjalan lancar menurut standar operasional prosedur. Lion Air Group selama ini dan periode berjalan,  tidak pernah melakukan pengambilan dan pengujian sampel Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dari calon penumpang. ”Yang melaksanakan proses pengujian kesehatan adalah fasilitas kesehatan (faskes) dan laboratorium kerjasama yang terdaftar big data – new all record (NAR) Kementerian Kesehatan. Uji kesehatan Covid-19 didukung tenaga medis profesional, kinerja serta tingkat kecepatan penanganan akurat, tepat waktu (real time), efektif dan dikerjakan mengacu protokol kesehatan ketat,” jelasnya.

Danang menambahkan, komitmen Lion Air Group dalam mengoperasikan layanan penerbangan ialah tetap mengutamakan dan memenuhi unsur-unsur keselamatan, keamanan dan dijalankan sebagaimana pedoman protokol kesehatan. “Hal tersebut semakin menunjukkan bahwa setiap orang yang masuk ke pesawat udara dinyatakan sehat dan layak mengikuti penerbangan,” katanya.

Sebelum terbang, kata Danang, setiap calon penumpang wajib melakukan uji kesehatan Covid-19 di fasilitas kesehatan.

Lion Group juga menerapkan digitalisasi secara bertahap, salah satunya untuk meminimalisr pemalsuan dokumen. ”Setiap calon penumpang memiliki aplikasi PeduliLindungi. Platform ini akan menyimpan dan menunjukkan (terintegrasi) data dari setiap calon penumpang. Data itu antara lain hasil tes pemeriksaan RDT-ANTIGEN dan RT-PCR Covid-19, dan kartu atau sertifikat vaksinasi nasional.

Apliaksi PeduliLindungi ini wajib diunduh calon penumpang dan diregistrasi serta disimpan di smartphone. Seluruh big data NAR dari fasilitas kesehatan terkoneksi Pedulilindungi sehingga proses pengisian e- HAC yang selama ini sudah berjalan tidak akan berlaku lagi. ”Sebelum keberangkatan, ada proses validasi atau pemeriksaan dokumen kesehatan. Calon penumpang memindai kode batang (scan barcode) dari PeduliLindungi pada lokasi yang disediakan di terminal keberangkatan bandar udara. Atau menyerahkan surat keterangan hasil uji kesehatan Covid-19 hasil negatif dari instansi kesehatan yang ditunjukkan kepada Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). KKP memeriksa dan mengesahkan dari dokumen kesehatan tersebut,” jelasnya tentang prosedur.

Sementara untuk pemeriksaan keamanan, dilakukan oleh petugas aviation security pengelola bandar udara dalam dua tahan.

Maskapai Lion Group juga memberlakukan wajib masker bagi awak pesawat dan penumpang, menjaga kebersihan di pesawat udara dan mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, siapkan masker cadangan dan cairan pembersih kuman pada tangan (hand sanitizer).

Untuk mengakomodir kebutuhan uji kesehatan Covid-19, Lion Air Group merekomendasikan layanan pelaksanaan uji kesehatan pengambilan dan pengujian sampel kerjasama berbagai fasilitas kesehatan dan laboratorium RT-PCR terdiri dari voucher terjangkau. Untuk Rapid Diagnostic Test Antigen (RDT-ANTIGEN)  Rp70 ribu di 86 jejaring faskes, dan Reverse Transcription-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) Rp475 ribu pada 25 jejaring faskes di Indonesia.

Saat ini, Lion Air Group akan dan sedang mempersiapkan kerjasama faskes guna penambahan jejaring kerjasama uji kesehatan di kota-kota lainnya, termasuk di Ternate, yang disesuaikan kebutuhan pasar dan permintaan calon penumpang.(aba)

 

 

Laporan: Ismit Alkatiri

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks