Belum Ditangani BPJS, Begini Cara RSJ Sofifi Ringankan Beban Pasien

Dr. Yazid Mahri, SpKJ, satu-satunya dokter spesialis kesehatan jiwa yang dimiliki RSJ Sofifi .

Ternate, malutpost.id – Meski pelayanan medis di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sofifi, Maluku Utara sudah berjalan setahun belakangan, namun masih ada kendala yang dihadapi pasien. Kendala itu, terutama aksesibilitas jangkauan pelayanan dan pembiayaan untuk rawat inap.

Kendala ini terungkap dalam diskusi lepas malutpost.id,  Sabtu (14/8/2021) malam di Taman Herbal Ternatea, Ngade Residence. Ketiga tim medis itu masing-masing dr. Mohammad Al Habsy (Direktur RSJ Sofifi), dr. Yazid Mahri, SpKJ, dan dr. Nazmi Bachmid. Fokus diskusi adalah permasalahan eksistensi RSJ Sofifi dan penanganan masalah kejiwaan di Maluku Utara.

Di balik aktifitas pelayanan medis di RSJ Sofifi yang sudah setahun untuk rawat jalan, dan sekitar 7 bulan rawat inap, ternyata masih ada kendala. ”Saat ini, pasien yang masuk ke RSJ tersebar dari berbagai kabupaten/kota. Namun, tidak semua pasien terutama di wilayah pelosok bisa mengakses pelayanan di rumah sakit ini,” tutur dr Mohammad Al Habsy.

Itu sebabnya, manajemen RSJ bersama tim medis turun sosialisasi dan melakukan penguatan di seluruh Puskesmas untuk dapat melakukan penanganan medis bagi pasien jiwa di daerah masing-masing. Menurut dr. Yazid Mahri, SpKJ, selama ini penanganan pasien kejiwaan di Puskesmas nyaris terabaikan. Faktor penyebabnya masih ada tenaga medis yang “kurang pede” karena bukan spesialis. “Padahal, setiap tenaga medis pasti belajar juga aspek kejiwaan. Alhamdulillah, program penguatan ini bisa membantu memberikan akses pelayanan pasien jiwa di masing-masing daerah,” tandasnya.

Selain soal aksesibilitas, dr Mo—sapaan akrab direktur rumah sakit ini–mengatakan, biaya pengobatan pasien jiwa, apalagi yang rawat inap di RSJ itu tidak sedikit. ”Dan, rata-rata pasien ini ekonomi menengah ke bawah. Sementara kami tidak punya otoritas memberikan keringanan dari tarif yang sudah diatur melalui Perda,” tuturnya.

Saat ini, tarif rawat inap  di RSJ Sofifi berlaku flat, sama untuk semua kelas yakni Rp300 ribu/hari. ”Biaya itu sudah termasuk pelayanan medis, makan minum, dan obat-obatan. Semuanya disediakan rumah sakit,” tambahnya. Sementara menurut dr. Nazmi Bachmid, rata-rata pasien rawat jalan membutuhkan waktu minimal dua minggu. Bahkan, ada pasien yang butuh waktu perawatan hingga lima bulan. Ini untuk mengajarkan pasien rutin minum obat.

Satu-satunya cara yang bisa diharapkan adalah BPJS. Namun, menurut Direktur RSJ, sejauh ini belum ada penanganan BPJS untuk pasien, termasuk juga di RS Sofifi. “Untuk kerjasama dengan BPJS membutuhkan waktu. Salah satu penyiapannya adalah administrasi. Kami sudah memulai dan sudah 2 kali melakukan pertemuan dengan pihak BPJS. Tanpa pembiayaan dari BPJS, tentu sangat berat bagi pasien,” tandas mantan Kadis Kesehatan Halmahera Selatan itu.

Untuk meringankan beban pasien, ”trio medis” RSJ Sofifi yakni dr Mo Al Habsy, dr Yazid Mahri, SpKJ, dan dr. Nazmi Bachmid melakukan pendekatan dengan pihak PT NHM, perusahaan tambang emas di Halmahera. “Alhamdulillah, sementara ini, ada pasien yang setengah biaya rumah sakitnya ditanggung NHM. Bahkan ada yang sepenuhnya ditanggung perusahaan tersebut. Ini tentu solusi sementara, sambil menunggu kerjasama dengan BPJS,” tandas Direktur RSJ.(aba)

 

 

Laporan: Ismit Alkatiri

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks