Setiap Bidang Studi 80 Menit, SMP Banau Tak Gunakan Shift

Kegiatan PTM di SMP Nasional Banau Ternate, pagi tadi

Suasana Sekolah Hari Pertama PTM di Ternate

Ternate malutpost.id – Kamis (12/8/2021) hari ini, kebijakan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) di tengah pandemi Covid-19 dimulai di Kota Ternate. Para siswa sejak pagi ke sekolahnya dengan mengenakan seragam lengkap.

Tampak wajah mereka sumringah meski terbalut masker. Hampir dua tahun anak-anak ini tak saling ketemu. Meski di awal 2021, PTM sempat diberlakukan beberapa bulan. Namun sistem shift membuat tidak semua mereka bisa bertemu sahabat-sahabat karibnya.

Seperti hari ini, suasana di salah satu sekolah swasta, SMP Nasional Banau, Kecamatan Ternate Selatan. Semua siswa di sekolah itu datang pada pagi harinya. Kepala SMP Nasional Banau, Junawan Abdullah saat ditemui malutpost.id Kamis (12/8/2021) menuturkan, kegiatan belajar mengajar itu untuk membangun pemahaman. Karena itu, guru perlu memberikan dorongan kepada siswa melalui proses belajar mengajar melalui tatap muka. Ada otoritas atau haknya dalam membangun peradaban siswa di masa pandemi Covid-19. “Alhamdulillah, tatap muka hari pertama respon orang tua siswa juga baik,” ungkapnya.

Baca:  Akui Gunakan Lem, 7 ABG Siap Jalani Rehabilitasi di BNNP Malut

Dalam PTM ini, SMP Nasional Banau tidak menggunakan sistem shift. Artinya, semua siswa belajar pada jam yang sama. Menurut dia, sesuai kesepakatan dengan pihak pengawas dan sekolah, maupun pihak terkait, semua siswa belajar pada jam yang sama. Teknisnya, dari jumlah total 90 siswa kelas 1, 2, dan 3 dibagi dalam 6 kelompok. Setiap kelompok berjumlah antara 15 hingga 16 siswa.

Untuk kegiatan pembelajaran, setiap hari hanya ada bidang studi yang diajarkan. Pada jam pertama, kelas 1 kelompok 1 mendapat pelajaran bahasa Indonesia dan kelompok 2 matematika. Pada jam kedua, pelajarannya di-rolling. Demikian halnya kelas 2, dan kelas 3 yang dibagi masing-masing 2 kelompok. Kelompok siswa ini menempati 6 ruang kelas. “Jadi kedatangan siswa ke sekolah langsung belajar pukul 08:00 Wit dan setelahnya langsung pulang pukul 11:00 Wit,” ujarnya.

Baca:  Gempa Tektonik di Subaim Akibat Aktivitas Sesar Lokal

Selain itu, kegiatan belajar mengajar juga wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Siswa wajib mencuci tangan dengan air dan sabun saat masuk kelas, menggunakan masker dan harus jaga jarak 1 meter baik di dalam maupun di luar ruang kelas.

Menurut dia, pihaknya masih menerapkan kurikulum darurat. Kalau dalam ketentuan setiap pelajaran maksimal 30 sampai 60 menit. “Kami berlakukan waktu pelajaran 80 menit karena tidak menggunakan penerapan shift,” pungkasnya (mg-08)

 

 

Laporan: Taslim T. Laher

Editor: Ismit Alkatiri

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks