Catut Nama Bupati Tim Sukses Hentikan Tambang Kusubibi

Usman: Saya Tidak Kenal. Saya Minta Polisi Tangkap yang Bersangkutan 

Usman Sidik

Labuha,malutpost.id – Mengaku diberi tanggungjawab oleh Bupati Halmahera Selatan (Halsel) Usman Sidik. Seorang Tim Sukses Usman, Dula Rumau memberhentikan aktivitas tambang rakyat di Desa Kusubibi, Kecamatan Bacan Barat. Menurutnya, Bupati Usman tidak lagi percaya pada Polisi dan TNI sehingga Bupati memberikan tanggungjawab kepada pemerintah desa dan dirinya untuk memberhentikan aktivitas penambangan di Desa Kusubibi. ” Bupati telepon saya, katanya dia tidak lagi percaya pada Polisi dan Tentara, karena dorang (mereka red) ada di dalamnya. Bupati lebih percaya pemerintah desa,” kata Penanggungjawab Tromol Dua Putri, Idham Ali menirukan pernyataan  Dula Rumau, saat memberhentikan aktivitas tromol yang dikelolanya, pekan lalu.

Baca:  PPKM Berakhir, Sekolah Sudah Duluan Tatap Muka; Kadis Diknas Bilang Masih Harus Evaluasi

Merasa diberikan tugas khusus dan tanggungjawab oleh bupati, bang Dula biasa disapa menyeruduk di setiap tromol agar segera menghentikan aktivitas pengelolaan. Padahal saat itu, pengelolaan dilakukan semata-mata pertimbangan kemanusiaan. Apa yang dilakukan Dula ini membuat para penambang resah. “Kita berputar (mengelola) karena pertimbangan kemanusiaan. Banyak penambang yang juga warga Halsel, mereka tidak ada duit untuk kirim ke anak istri, terpaksa kita bantu putar rep mereka,” ujar Idham yang juga mantan wartawan senior ini.

Idham berharap, Bupati Usman Sidik mempertimbangkan kembali rencana penutupan tambang rakyat di Kusubibi. Sebab lokasi tersebut menjadi sumber mata pencaharian, mulai dari penambang, kijang, rempel (buruh), ojek, penjual ikan, penjual kue, penjual sayur, warung makan dan warung sembako.

Baca:  Pemda Halmahera Selatan akan Melintas di Jembatan Lapuk saat Upacara HUT RI

“Hampir setahun saya di lapangan, banyak warga Halsel terutama rumah tangga muda sudah bisa bangun rumah sendiri. Ini hasil dari tambang rakyat di Kusubibi,” tutup mantan Pemred Fajar Malut ini.

Terpisah Bupati Halsel, Usman Sidik yang dikonfirmasi membantah keras. Orang nomor satu di Pemkab Halsel ini mengaku dirinya tidak mengetahui yang bersangkutan. Dan tidak pernah memerintahkan, apalagi menyebut tidak percaya pada Polisi dan TNI. ” Saya minta Polisi tangkap oknum yang membawa-bawa nama saya dan tim sukses, karena saya tidak kenal yang bersangkutan,” tegas Usman.

Soal tambang Kusubibi, kata Usman, saat ini Pemkab sementara membentuk tim terpadu untuk melakukan kajian terkait rencana penutupan tambang rakyat, sambil menunggu proses perizinannya diterbitkan. ” Namun sebelumnya kita akan buat diskusi (FGD) dengan sejumlah pihak untuk menerima berbagai masukan terkait tambang Kusubibi ini. tidak sertamerta langsung ditutup,” pungkasnya.(sam/lid)

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks