Malut Post Bersama Be Smart Gelar Pelatihan Pembelajaran Animasi

 

PELATIHAN : Pengajar Lembaga Kursus Be Smart, Erik Gafari saat memaparkan materi pembuatan animasi untuk kepada para guru

TERNATE – Malut Post bersama Be Smart menggelar pelatihan, penerapan media pembelajaran berbasis animasi. Pelatihan tersebut dipusatkan di Meeting Room Malut Post kemarin, yang dihadiri oleh guru Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al-Bina Kota Ternate sebagai peserta. Pelatihan ini dimaksudkan, agar guru bisa memahami media pembelajaran dengan menggunakan animasi, sebagai salah satu pemanfaatan sistem aplikasi.

Pengajar Lembaga Kursus Be Smart, Erik Gafari mengatakan, pelatihan ini adalah memberikan materi teknik kepada guru untuk memanfaatkan aplikasi. Caranya, belajar membuat konten media pembelajaran berbasis animasi.

Baca:  Jalan Menuju Makam Sultan Baabullah Tertimbun Longsor

“Ini juga sangat membatu para guru saat mengajar. Karena dengan kondisi pandemi saat ini, media berbasis animasi ini sangat dibutuhkan pihak sekolah. Jadi, pelatihan ini bertujuan agar guru bisa membuat bahan ajar yang berbasiskan animasi. Sehingga pembelajaran di kelas mejadi menarik,” jelasnya, Jumat (6/8).

Erik menyampaikan, pelatihan ini begitu penting bagi guru. Karena saat ini, guru tentu diperhadapkan dengan siswa yang lahir di era milenial . Dengan tuntutan itu, guru juga harus berkreasi yang lebih modern dalam melakukan proses mengajar. Kata dia, animasi ini juga bisa membuat guru lebih mudah memahami sikap siswanya, di situasi perkembangan teknologi informasi saat ini.

“Dengan pelatihan ini, tentu kita berharap agar guru-guru bisa memahami dalam membuat animasi pembelajaran, yang diisi dengan mode belajar. Tentu kita juga berharap setiap konten animasi memiliki nilai-nilai edukasi terhadap siswa. Guru juga bisa meningkatkan kualitasnya sebagai seorang pengajar,” pungkasnya.

Baca:  Warga Mangga Dua Utara Palang Kantor Lurah

Terpisah, Kepala Sekolah SDIT Al-Bina, Sahdia Kadir menyampaikan, dengan adanya pemberlakukan belajar daring (dalam jaringan), tentu membutuhkan banyak media. Salah satunya adalah media berbasis animasi. Menurutnya, aplikasi ini sangat membantu siswa memahami apa yang diajarkan oleh guru.

“Khususnya siswa SD, tentu mereka sangat menyukai model belajar yang disertai dengan gambar. Karena adanya animasi pasti siswa akan lebih tertarik. Kalau hanya dalam bentuk tulisan terus, anak-anak akan bosan,” kata Sahdia.

Dia menambahkan, pasca pelatihan ini, langsung diterapkan oleh guru di saat belajar nanti. Bahkan, tidak hanya diberlakukan pada masa pandemi, tetapi akan terus berlanjut pada saat sekolah tatap muka. Menurutnya, penerapan belajar animasi akan disesuaikan dengan mata pelajaran. Misalnya pelajaran olahraga, maka animasi yang dibuat itu gerakan-gerakan olahraga.

Baca:  Pemkot Diminta Sikapi Kekurangan Tenaga Guru

“Kami sangat bersyukur dengan adanya model pembelajaran seperti ini. Karena sangat membatu guru dalam membuat animasi,” ujarnya. Sembari berharap, guru-guru bisa menggunakan teknologi informasi dengan baik. “Saya berharap semua guru bisa paham, agar diterapkan kepada siswa, mulai kelas 1 sampai kelas 6 bisa maksimal,” tutupnya. (mg-05/yun)

 

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks