MUI Kota Ternate Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku Penadah Miras

Usman Muhammad. (istimewa)

Ternate, malutpost.id — Majelis Ulama Indonesia atau MUI, Kota Ternate, Maluku Utara mengaku prihatin dengan maraknya peredaran minuman keras di Ternate. Untuk itu, MUI meminta aparat penegak hukum menindak tegas pelaku penadah atau penjual miras untuk memberi efek jera.

“Setiap saat, setiap waktu kong tangkap dengan ratus botol sekian, dengan jerigen sekian, tapi muncul lagi, berarti hukum tidak memberikan efek jera. Jadi memang kalau mau usut tuntas, itu sampai kepada dari mana yang membawa itu dia (miras) dan dapatnya dari mana? Kong bisa barang itu sampai di Ternate (setiap saat polisi tangkap miras ratusan botol, bahkan jerigen tapi tetap ada. Jika ingin tuntas harus tahu dapatnya dari mana, kok bisa miras bisa sampai Ternate),” kata Ketua MUI Kota Ternate, Usman Muhammad pada malutpost.id, lewat sambungan telepon, Selasa (3/8/2021).

Baca:  Merasa Dipersulit, Nelayan Jambula 'Seruduk' Pertamina

Dia juga mempertanyakan mengapa, barang haram itu bisa lolos masuk ke Ternate. Pasalnya, Ternate tidak memiliki produsen miras seniri seperti jenis cap tikus yang menggunakan pohon aren.

“Miras dari pulau sebelah (seberang, Halmahera) itu kan melewati pos penjagaan dan ada polisi dan TNI. Lalu kenapa bisa sampai tembus ke sini? Sedangkan di sini (Ternate) tidak ada yang memproduksi itu,” kata Usman dengan nada nada.

Yang terpenting, lanjut Usman, penegakan hukum harus memberikan efek jera bagi pelakunya. Agar pelakunya tidak berulang, karena hanya dijerat dengan pidana ringan atau tipiring.

Kata Dia, sesuatu yang memberikan kerusakan lebih besar daripada manfaatnya harus ditinggalkan. “Harus dipergunakan akal sehat karena agama tidak menginginkan hal demikian,”pungkasnya.(mg06)

Baca:  Soal Penertiban Pasar Higienis, DPRD Kota Ternate: Jangan Ikuti Kemauan Pedagang

 

 

_

Laporan: Muhlis Idrus

Editor: Ikram Salim

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks