Polisi Tahan Kayu Milik PT. Gifo di Taliabu

Barang bukti kayu diduga illegal yang ditahan Polres Kepsul dan DLH Sula. (istimewa)

Bobong, malutpost.id — Diduga tidak memiliki izin, petugas dari Satuan Reskrim (Reserse dan Kriminal), Polres Kepulauan Sula, Maluku Utara menahan tumpukan kayu yang diduga milik PT. Ginang Fohu (Gifo).

Penahanan ratusan kubik kayu yang masih dalam bentuk batang pohon ini, dilakukan petugas anggota Reskrim bersama DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Pulau Taliabu, di Dusun Buyang, Kecamatan Taliabu Utara.

Berdasarkan informasi yang diperoleh koran ini dari warga setempat, Polisi dan perwakilan DLH, mendatangi lokasi penyimpanan kayu di Dusun Buyang pada, Jumat (31/7/2021).

Kedatangan petugas gabungan itu, langsung memasang police line sebagai tanda larangan mendekat dan atau sengaja memindahkan barang di dalam lingkaran garis polisi.

Baca:  Siswa di Taliabu Perbaiki Jalan Rusak yang Ditanam Kelapa

“Jadi tumpukan kayu itu milik PT.Gifo. yang saya tahu, mereka tidak memiliki izin untuk mengelola kayu, makanya polisi dan DLH turun melakukan penahanan, dan memastikan agar kayu tersebut dilarang dipindahkan keluar dari lokasi,” kata sumber yang minta namanya tidak diberitakan.

Lanjut sumber tersebut, anggota Satreskrim Kepsul yang turun ke lokasi tempat penyimpanan kayu adalah, Julkifli Umamit bersama Plt Kepala Dinas DLH Pulau Taliabu, Endro Harmono dan stafnya serta sejumlah anggota polisi.

“Pak Endro juga telah bertolak ke Sula untuk ketemu Kasat Reskrim, setelah itu rencananya mereka ke Polda Malut di Ternate,” tambah sumber terpercaya. .

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Kepsul, IPTU Aryo Dwi Prabowo dikonfirmasi malutpost.id, Minggu (1/8) membenarkan penyitaan kayu itu.

Baca:  7 Orang Tewas dalam 23 Kasus Lakalantas di Kepsul Selama 8 Bulan

Dia menjelaskan, kayu yang dipasang police line oleh petugas, karena dokumen izin dari perusahaan tidak lengkap sehingga dianggap ilegal dan ditahan. “Iya benar, anggota kita sudah pasang police line sejak Jumat lalu,” akunya.

Ditanya apakah kayu tersebut milik PT. Gifo, Kasat tampak mengelak. Kasat mengaku, jika kayu tersebut milik perusahan PT. GNE, dimana pengusahanya dari Jakarta. Lanjut dia PT. GNE diketahui sebagai pemegang HGU (Izin Hak Guna Usaha).

“Rencana Senin besok (Hari ini,red) kita akan panggil pengusahanya ke Polres untuk dimintai keterangan,” sebutnya.

Senada juga dikatakan Plt, Kepala DLH, Endro Harmono, dia mengaku, perusahan tersebut tidak memiliki beberapa dokumen soal izin, sehingga pihak perusahaan diberi waktu untuk mengurus dokumen di provinsi. “Kita sudah minta perusahan untuk segera mengurus izin di provinsi,” singkatnya. (mg-02/lid)

Baca:  Peserta BPJS Baru 30 Persen, Dinkes dan Kantor BPJS Taliabu Terus Sosialisasi

 

_

Laporan: Sukasno Sangaji

Editor: Erwin Syam

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks