Hasil Visum Korban Gantung Diri Patahkan Tuduhan Netizen, Ini Tanggapan Sang Suami 

Ilustrasi mayat. (istimewa)

Ternate, malutpost.id — Dalam sepekan terakhir ini, nama Sahdan menjadi perbincangan warga Kota Ternate, Maluku Utara terutama di media sosial.

Menyusul kematian sang istri, SMA (25) yang ditemukan gantung diri tepat di depan pintu kamar yang mereka tinggal di Kelurahan Tanah Tinggi, Ternate Tengah, pada Selasa, 27 Juli 2021. Lelaki 31 tahun itu dituduh sebagai pelaku atas tewasnya ibu muda yang baru saja melahirkan putera kembar tersebut.

“Saya sudah terima hasil visumnya,” kata Sahdan saat dihubungi malutpost.id, malam ini.

Hasilnya, tidak ada tanda kekerasan yang tertinggal di tubuh korban dalam rekaman visum et repertum yang dikeluarkan oleh RSUD Chasan Bosoerie pada, Jumat (30/7/2021) kemarin.

Baca:  5 Fakta Baru Kasus Persetubuhan yang Menyeret Nama Pejabat di Kepulauan Sula

“Saya memafkaan semua tuduhan kepada saya, yang memprovokasi juga, tetapi saya minta hapus semua foto istri saya yang kalian posting di Facebook, Instagram maupun Tiktok, dan perlu diingat rumah tangga saya cukup saya yang merasakan,”tulis Sahdan di akun facebooknya, Sabtu (31/7/2021).

Sementara, hasil visum tersebut menjadi pegangan penyidik Sat Reskrim Ternate dalam penyelidikan. Pihaknya juga tidak akan melakukan autopsi terhadap korban.

Kasat Reskrim Polres Ternate AKP Said Aslam saat dikonfirmaai malutpost.id mengaku, penyidik telah menyampaikan dokumen visum kepada pihak keluarga pada pukul 10.00 Sabtu pagi tadi di Kantor Sat Reskrim Polres Ternate.

“Adapun tanggapan yang disampaikan dari pihak keluarga dalam hal ini kakak korban yang mewakili keluarga yakni Rusli M. Ali bahwa telah menerima hasil visum yng sudah keluar dan sudah dikonfirmasi kepada pihak keluarga bahwa dari hasil visum tidak ada tanda- tanda kekerasan yg ditemukan,” kata Said.

Baca:  Api dari Oven Hanguskan Sebuah Pabrik di Halmahera Barat

Perwira tiga balok itu berujar, pihak keluarga setelah menerima hasil tersebut tidak lagi mau dilakukan autopsi kepada korban. “Dia kakaknya sudah menandatangani surat pernyataan penolakan untuk di otopsi,” jelas Kasat.

Kata Said, sudah ada langkah-langkah yang  dilakukan penyidiknya termasuk membuat visum dan memeriksa suami korban.

Terkait isu yang beredar di medsos Said bilang, pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar tidak menyebarkan isu-isu yang belum tentu kebenarannya. Apalagi isu tersebut disampaikan saat masyarakat tidak berada di tempat kejadian.

“Kami harapkan agar tidak ada lagi yang menyebarkan berita-berita atau isu-isu yang tidak benar karena peristiwa ini sudah dilaporkan kepada pihak Kepolisian dan kami juga pasti akan bekerja sesuai dengan prosedural hukum,”pungkasnya.(mg-06)

Baca:  Tok! Anggota Polisi yang Perkosa Anak di Maluku Utara Resmi Dipecat

 

_

Laporan: Muhlis Idrus

Editor: Ikram Salim

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks