Usai Idul Adha, Daging Sapi Masih Rp150 Ribu

Pedagang daging sapi. (Foto: Emi La Palau/Suara.com)

Ternate malutpost.id — Harga daging sapi yang biasanya turun setelah Lebaran, kini masih tetap bertahan di harga Rp150/kg. Mahalnya harga daging sapi ini dikarenakan minimnya stok di pasar.

Sebelumnya, daging sapi di pasaran Kota Ternate dijual dengan harga Rp130 ribu. Beberapa hari jelang Idul Adha, naik jadi Rp150 ribu/kg. Dan, biasanya setelah Lebaran harga daging akan turun. Nyatanya, empat hari pasca Lebaran Haji, harganya tidak turun.

Ketua Asosiasi Pengusaha Sapi dan Kerbau, Ibrahim Hamid mengakui, harga daging sapi mahal karena banyaknya permintaan di saat stok terb atas. “Suplai sapi ke Ternate ini hanya berasal dari 9 kabupaten/kota di Maluku Utara. Tidak ada sapi dari luar provinsi,” tuturnya kepada malutpost.id, Sabtu (24/7/2021).

Baca:  Cerita Warga Kepulauan Sula Rela Vaksin demi 'Kartu Sakti'

Menurutnya, minimnya stok daging sapi di pasaran karena banyak sapi yang dikirim ke Sulawesi, Papua, dan Kalimantan. Selain itu, stok ternak ini juga banyak dipakai sebagai hewan kurban pada Idul Adha kemarin.
Ibrahim menyatakan, untuk menjamin ketersediaan stok yang cukup usai momen Lebaran, mestinya ada regulasi untuk melindungi ketahanan pangan di daerah.

“Tidak adanya regulasi membuat pedagang seenaknya mengirim sapi keluar daerah yang dapat mengganggu ketahanan pangan lokal. Sementara tidak ada suplai dari luar daerah. Kondisi ini akan mempengaruhi ketersediaan stok dan berdampak pada harga jual di pasaran,” tandasnya.

Kegelisahan terhadap regulasi untuk proteksi stok daging di Ternate itu sudah diutarakan asosiasi ini dalam rapat TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah TPID). ”Kami sudah sampaikan bahwa perlu aturan. Harus ada suplai sapi ke Malut. Kenyataannya harapan itu belum terealisasinya,” ujarnya.

Baca:  1.079 Kendaraan Milik Pemkot Ternate Tunggak Pajak

Jika ini terus diabaikan akan berdampak pada ketidaksesuaian yang akan menyebabkan harga daging sapi terus melonjak, “karena permintaan pelanggang rumah makan dan restoran hingga masrakat umum semakin tinggi, “pungkasnya. (mg-08)

 

_

Pelapor: Taslim T. Laher
Editor: Ismit Alkatiri

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks