Refocusing; Kegiatan Pro Rakyat Tetap Harus Diakomodir

Refocusing; Kegiatan Pro Rakyat Tetap Harus Diakomodir

Ilustrasi refocusing APBD. (Foto: radarjambi.id)

Isu refocusing anggaran jilid III kian gencar. Kebijakan pemerintah pusat dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini sempat mengundang kegelisahan sejumlah pemerintah daerah. Pasalnya, anggaran yang sudah ditetapkan sebelumnya terutama untuk kegiatan infrastruktur harus dialihkan ke kebutuhan mendesak terkait penanganan Covid-19. Kota Ternate merupakan salah satu daerah yang merasakan beban atas kebijakan tersebut. Namun, apa pun alasannya, kebijakan ini wajib dijalankan. Bagaimana harapan dan solusi dalam menyikapi kebijakan ini? Berikut rangkuman diskusi PROPUBLIK malutpost.id dengan narasumber Muhajirin Bailusy (Ketua DPRD Kota Ternate), Dr. Mukhtar A. Adam (Akademisi Unkhair), Marwiah Tan (Pelaku UMKM), dan Untu Naya (Ketua LPM Kelurahan Ngade) yang disarikan Ismit Alkatiri:

PANDEMI Covid-19 tak hanya berdampak pada kesehatan manusia. Hampir semua aspek kehidupan masyarakat dunia hampir “ditaklukkan” makhluk kecil berukuran 125 nanometer (0,125 mikrometer) itu.

Setiap negara–termasuk Indonesia—melakukan berbagai kebijakan baik penanganan terhadap orang yang terpapar virus maupun upaya memutus mata rantai penyebarannya. Butuh banyak anggaran yang harus disiapkan negara. Di sisi lain, berbagai pembatasan juga berdampak pada pergerakan ekonomi yang melambat. Produktifitas di sejumlah sektor pun menurun.

Dr. Mukhtar Adam. (Foto: Dok. Pribadi)

Salah satu langkah kebijakan adalah refocusing anggaran pembangunan. Bagaimana refocusing dari perspektif ekonomi? Menurut Dr. Mukhtar A. Adam, refocusing itu bukan karena Kemenkeu ingin memangkas dana transfer ke daerah, tapi menjadi komitmen dalam UU perimbangan. ”Alokasi dana perimbangan khusus DAU dialokasi sebesar 26 persen dari pendapatan netto dalam negeri.

Artinya, jika ekonomi mengalami pelambatan efek kemudian penerimaan dalam negeri yang bersumber dari pajak akan turun, maka alokasi dana transfer yang direncanakan awal akan mengalami koreksi sesuai dengan perkembangan penerimaan dalam negeri,” tandasnya.

Baca:  Heny Sutan Muda: Pemkot Perlu Bantu Pelaku Usaha Kecil di Masa PPKM

Menurut Om Pala Sidegon—sapaan akrabnya—daerah harus merespon refocusing, bukan pemangkasan. “Artinya, fokus kebijakan yang dilakukan sebelumnya perlu dikonsolidasikan ulang. Atau mengalihkan fokus pada masalah yang sedang dihadapi warga,” tambahnya.

Karena itu, dia melihat titik tumpu dari refocusing harus diarahkan pada 3 sektor; kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. ”Sektor kesehatan terkait penyediaan kebutuhan layanan kesehatan dan pencegahan Covid, pendidikan terkait dengan layanan pembelajaran siswa, dan ekonomi menhyangkut perbaikan konsumsi masyarakat dengan menjaga mobilitas barang dan jasa antarwarga, perbaikan pendapatan dan jaminan sosial,” tandasnya.

Dia mengingatkan, seluruh konsentrasi pada infrastruktur dihentikan dulu, utamanya yang bersumber dari DAU, DBH, dan PAD.

“Sedangkan yang bersumber dari DAK tetap dilanjutkan. Dengan demikian daerah akan mengalami surplus untuk membuat dana cadangan kehati-hatian jika tekanan Covid-19 masih berlanjut hingga kuartal 4 tahun 2021. Seni mengelola fiskal, pada ketepatan menciptakan stimulus dengan berbagai skenario yang berpotensi terjadi, maka daerah seyogianya menyiapkan berbagai plan. Dalam skenario fiskal sudah diberikan garanti dalam Perpu 1/2020. Maka tidak ada alasan daerah mengalami kepanikan akibat refocusing,” tambahnya.

Seperti apa sikap dan dukungan politik legislatif, termasuk langkah mengawal berbagai program usulan warga dalam musrenbang? Ketua DPRD Kota Ternate Muhajirin Bailusy mengatakan, refocusing jilid III merupakan arahan pemerintah pusat melalui surat Kementrian Keuangan Nomor S-584/MK.02/2021 tanggal 6 Juli 2021 tentang Refocusing dan Realokasi Belanja Kementerian dan Lembaga.

“Tujuan refocusing jilid III ini, prinsipnya untuk mendanai penanganan Covid-19 lebih khusus perlindungan sosial kepada masyarakat,” jelasnya.

Dia mengaku, refocusing akan berdampak pada rencana program dan kegiatan. “Banyak kegiatan terancam di-refocusing. Walaupun mengganggu, DPRD mendukung pelaksanaan refocusing tahap III, karena mendanai penanganan covid-19 khususnya perlindungan sosial kepada masyarakat. Keselamatan Warga adalah hukum tertinggi (Salus Populi Sepreme Lex Esto) menjadi harapan kami. Kami memberi ruang kepada Pemkot untuk melihat program dan kegiatan mana yang di-refocusing, dengan harapan refocusing tahap III tidak menyentuh belanja operasional, belanja pegawai, belanja program dan kegiatan fisik yang telah dikontrakan, serta belanja penanganan bencana.” tambahnya.

Baca:  DPRD Minta Prioritaskan Tenaga Lokal untuk Guru PTT di Moti, Hiri, dan Batang Dua

Mengantisipasi berbagai implikasi terhadap kegiatan yang sudah diproyeksikan, politisi PKB ini pun memberi solusi kepada Pemkot. ”Jalan keluar satu-satunya yang harus dilakukan Pemkot Ternate saat ini adalah memaksimalkan potensi penerimaan, khususnya PAD baik Intensifikasi maupun ekstensifikasi untuk dapat membiayai kegiatan-kegiatan yang telah diproyeksikan. Selanjutnya me-refocusing program dan kegiatan yang belum benar-benar urgen seperti belanja honorarium, perjalanan dinas, pengadaan kendaraan serta anggaran dari kegiatan yang belum dikontrakan yang tidak mungkin akan diselesaikan tahun ini,” jelasnya.

Muhajirin Bailusy. (Dok. Pribadi)

Di sisi lain, Muhajirin menekankan bahwa semua usulan masyarakat dalam Musrembang menurut kami adalah prioritas. “Selain usulan masyarakat dalam Musrembang, DPRD juga mengusulkan Pokok-pokok Pikiran yang juga merupakan usulan masyarakat dan hasil dari kunjungan kerja DPRD. Kami berharap walaupun ada refocusing jilid III, setiap kelurahan yang telah mengusulkan program dan kegiatannya dalam musrembang dan Pokir DPRD agar dapat diakomodir. Silakan Pemkot menkonfirmasi kepada kelurahan yang bersangkutan, yang mana yang harus diprioritaskan dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di kelurahan tersebut,” tambahnya.

Untuk mengawal kegiatan yang bersifat pro rakyat, Muhajirin menyatakan, DPRD Kota Ternate akan melakukan pengawasan sesuai kewenangan yang diberikan. ”Kami akan mengundang TAPD untuk melihat rincian item program dan kegiatan yang direncanakan untuk di-refocusing. Hal ini penting, agar program dan kegiatan yang benar-benar pro rakyat dapat dilaksanakan dan tetap terakomodir,” tandasnya.

Baca:  Dekot Soroti Rencana Pemkot Ternate Rekrut Guru PTT

Di kalangan masyarakat, kebijakan refocusing diharapkan tidak sampai memberi dampak baru yang justru memberatkan masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Artinya, kegiatan prioritas yang sudah diputuskan dalam musrenbang harus diakomodir. Apalagi, saat ini banyak warga yang merasakan dampak Covid-19.

Untu Naya. (Dok. Pribadi)

Ketua LPM Kelurahan Ngade, Untu Naya menyatakan, kegiatan yang diusulkan dari kelurahan merupakan kebutuhan mendesak. ”Kami sepakat pending kegiatan yang tidak terlalu mendesak karena fokus pada penanganan Covid-19. ”Kondisi ini membutuhkan anggaran luar biasa. Apa artinya pembangunan berjalan tapi masyarakat tidak sehat,” tukasnya.

Karena itu, menurut dia, proyek-proyek fisik mungkin masih bisa dipending tapi program pemberdayaan ekonomi masyarakat sangat penting dilaksanakan. “Jangan sampai dipangkas. Karena Covid-19 tidak saja berdampak pada kesehatan masyarakat namun juga ekonomi rakyat yang semakin terpuruk,” tambahnya.

Marwia Tan. (Dok. Pribadi)

Hal senada juga diutarakan pelaku UMKM di Ternate, Marwiah Tan. Menurutnya, UMKM saat ni merasa terpuruk di tengah kondisi ekonomi akibat dampak Covid-19. “Jadi, kalau ada kebijakan refocusing anggaran justru diharapkan memberi dampak positif terhadap UMKM. Pemerintah mestinya melahirkan kebijakan yang bisa menimbulkan semangat dan ikhtiar besar terhadap UMKM,” tandasnya.

Dia mengingatkan, ikhtiar yang harus dilakukan adalah fokus pada program pemberdayaan ekonomi rakyat. “Kalau nanti ada pemangkasan terhadap kegiatan pemberdayaan ekonomi rakyat yang sudah diprogram itu tidak manusiawi,” tukasnya seraya berharap DPRD konsisten mengawal hal tersebut.(*)

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks