Dianggap Bermasalah, Pancona Katarabumi Ikut Tender Lagi

Ilustrasi tender. (istimewa)

Sofifi, malutpost.id — Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Setdaprov Maluku Utara (Malut), kembali melakukan lelang proyek ruas jalan dan jembatan Wayatim-Wayaua, Kecamatan Bacan Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).

Proyek ini sempat menjadi polemik karena pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Malut, merekomendasikan pembatalan tender yang dimenangkan oleh PT. Pancona Katarabumi.

Perusahaan ini dibatalkan karena dianggap tidak memenuhi syarat. Selain itu
ada dokumen yang diduga dipalsukan oleh pihak perusahan. Proyek dengan anggaran sebesar Rp28,3 miliar itu, sekarang kembali ditenderkan lagi.

Ada 27 perusahan yang mengikuti proses tender. Dari 27 perusahan itu, satu di antaranya adalah PT. Pancona Katarabumi yang sebelumnya dianggap sebagai perusahaan bermasalah. Sejauh ini ada lima perusahaan yang telah memasukan nilai penawaran termasuk PT. Pancona Katarabumi.

Nilai yang ditawarkan lima perusahaan itu yakni; PT. Sederhana Jaya Abadi nilai penawaran Rp22,7 miliar, PT. Pancona Katarabumi penawaran Rp23,2 miliar, PT. Hapsari Nusantara Gemilang Rp23,5 miliar, PT. Jatiluhur Gemilang nilai penawaran Rp24,9 miliar dan PT. Lasisco Haltim Raya, nilai penawaran Rp24,9 miliar.”Iya sekarang sudah tender ulang dan sudah ada lima perusahan yang mengajukan nilai penawaran,” kata Ketua Pokja II BPBJ Setdaprov Malut, Hasan Tarate, ketika dikonfirmasi, Rabu (21/7).

Hasan menjelaskan, lima perusahan yang telah mengajukan nilai penawaran, akan dilakukan evaluasi administrasi, teknis dan evaluasi harga, setelah itu baru masuk tahapan verifikasi lanjutan hingga pengumuman pemenang tender.”Sekarang sudah masuk tahapan evaluasi,” jelasnya.

Proses lelang kata Hasan, dilakukan secara terbuka dan online lewat LPS. Semua perusahan bisa mengikuti proses tender secara terbuka, sesuai persyaratan dan regulasi yang ada.”Kan lelang terbuka, sehingga semua perusahan bisa ikut tender secara online,” pungkasnya. (din/rul)

Kolom Komentar

CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d blogger menyukai ini:
Enable Notifications    OK No thanks