Mengapa Suhu di Maluku Utara Berubah Dingin

Ilustrasi kondisi cuaca di Maluku Utara. (istimewa)

Ternate, malutpost.id — Suhu di Maluku Utara sejak sebulan terakhir ini terasa dingin. Cuaca tampak lebih mudah mendung dan sering terjadi hujan dari intensitas ringan hingga lebat.

BMKG (Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika) Stasiun Meteorologi Baabullah Ternate mengungkap penyebab suhu dingin di wilayah Malut. Menurut analisis BMKG, fenomena iklim dingin yang dirasakan saat ini disebabkan turunnya suhu udara.

Kepala Data dan Informasi BMKG, Setiawan mengatakan, faktor penyebab turunnya suhu udara karena terlepasnya energi panas laten hasil radiasi matahari ke atmosfer sebab tidak adanya penghalang berupa awan. Kedua, terhalangnya radiasi matahari ke bumi karena tertutup awan atau jatuhnya butiran air hujan/salju ke permukaan bumi.

Baca:  Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Obi Halsel

Ssebab air atau salju tersebut memiliki suhu yang sangat dingin pengaruh pembentukan kristal es di level atmosfer terbentuknya uap menjadi es atau titik pembekuan .”Fenomena ini dikenal dalam istilah freezing level,”sebutnya.

Sementara rilis hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam beberapa hari ke depan dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia, khususnya di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

Kondisi tersebut diperkuat oleh aktifnya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin di wilayah Indonesia. Selain itu, terbentuknya belokan maupun pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) dapat mengakibatkan meningkatnya potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.

Baca:  Bongkahan Batu Besar hingga Pohon Tutup Jalan di Pulau Ternate

Berdasarkan analisis terhadap perkembangan dinamika atmosfer tersebut, BMKG memprakirakan dalam periode sepekan ke depan potensi cuaca ekstrem dan curah hujan dengan intensitas sedang – lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah sebagai berikut:

  1. Pada tanggal 16-18 Juli 2021 : Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.
  2. Pada tanggal 19-21 Juli 2021 : Bengkulu, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.
  3. Pada tanggal 22-23 Juli 2021 : Maluku, Papua Barat, dan Papua

(tr-03)

 

_

Laporan: Muhatir Badarudin

Editor: Ikram Salim

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks