Ini Rahasia Batu Bacan: “Chrysocolla Mendorong Orang Stay at Home”

Oleh: Ismit Alkatiri

Cicin Batu Bacan (Ilustrasi)

DUNIA gemstone Indonesia “sepi” tanpa batu Bacan. Batumulia jenis chrysocolla ini bahkan sudah mendunia. Pasca booming batumulia sekitar 2015 lalu, batu Bacan tetap jadi idola dan marketable dengan harga yang stabil. Batu ini sudah jadi pure fashion (mode murni) yang melanda semua kalangan di hampir seluruh tanah air sekaligus barometer batumulia Indonesia. Apa yang membuat begitu banyak kolekter memburu batu Bacan? Kalau bicara tingkat kekerasan, batu Bacan tidak sekeras chalcedony murni seperti batu Obi, misalnya. Dalam hal warna juga merupakan sesuatu yang relatif. Ada beberapa batumulia Tanah Air yang memiliki warna mempesona.

Batu Bacan (Ilustrasi)

Daya tarik batu Bacan sesungguhnya ada pada unsur chrysocolla, kandungan yang terdapat dalam batu tersebut dan bagaimana proses alami yang terjadi. Berbagai penelitian oleh pakar geologi dan gemologi mengungkap rahasia di balik batu Bacan tersebut. Dan, “magnet” di balik batu Bacan itu selalu terkait dengan kesehatan fisik dan kekuatan psikologis.

Tulisan wikipedia,web tentang manfaat dan khasiat batu Bacan menyebutkan, batu bacan sejatinya bernama Chrysocolla Quartz atau nama ilmiahnya Chrysocolla Chalcedony. Kandungan komposisi batu Bacan didominasi mineral Kuarsa atau Kalsedon dengan kontaminasi mineral Krisokola.Tamapilan mirip dengan batu pirus hang dari timur tengah.

Oleh karena itu batu bacan juga disebut oleh sebagian orang sebagai Turquoise atau Pirus. Namun perbedaan mendasar dari batu bacan dan batu pirus adalah, bahwa bacan sama sekali tidak mengandung unsur fosfat sebgaimana batu pirus. Dan, batu Bacan mengalami metamorfosa (berubah warna dan juga serat batunya, karena oksidasi pada perubahan temperatur suhu).

Batu Bacan (Ilustrasi)

Terkait metamorfosa tersebut, pakar pengobatan alternatif Cina dalam sebuah forum yang dihadiri belasan ribu gemlovers di Surabaya pada 2015 lalu pernah mengurai penelitian terhadap batu Bacan. Intinya, menurut pakar tersebut, batu Bacan memiliki khasiat detoksifikasi racun dalam tubuh si pemakainya. Detoks itu terjadi selama batu mengalami proses perubahan warna. Perubahan warna itu sendiri terjadi karena dalam batu tersebut terdapat fitoplankton yang memakan kotoran kemudian melahirkan klorofil atau molekul alami. Itu sebabnya, kenapa batu Bacan berwarna hitam atau coklat selalu berubah ke hijau.

Meski sejumlah kalangan belum meyakini pengaruh perubahan warna batu Bacan terhadap reaksi tubuh pemakainya, namun ViriyaShop, situs bisnis batumulia secara jelas mengurai crystal healing chrysocolla. Tulisan yang di-posting 12 September 2020 itu antara lain menyatakan bahwa ⁣chrysocolla memiliki warna mulai dari hijau muda hingga biru tua, dan sering ditemukan bersama Malachite dan Azurite. Beberapa chrysocolla mengandung Cuprite.⁣

Chrysocolla disukai sebagai crystal kemakmuran dan kecekatan bisnis, bereaksi atas kemampuan analitis dan intuitif. ”Seperti skala keseimbangan, ini dapat menstimulasi pikiran dan mengendurkan emosi pada saat bersamaan,” tulis situs tersebut. ⁣⁣

Cicin Batu Bacan (Ilustrasi)

ViriyaShop juga menyebutkan pengaruh batu ini secara psikologis. Pada tingkat emosional, chrysocolla mengajarkan nilai ekspresi dan kebajikan dari diam. Seseorang dapat berbicara atau tetap diam. ”Salah satu properti aneh chrysocolla yang dikenal sejak zaman dahulu, adalah mendorong orang untuk tinggal di rumah. Ini adalah batu para bhikkhu, pertapa dan tahanan,” kata situs itu.⁣

Dari aspek fisik, chrysocolla konon sangat kuat untuk membuka dan merangsang chakra tenggorokan, memungkinkan seseorang untuk menyalurkan pengetahuan cinta hati dan komunikasi yang jelas. Di samping itu, crystal healing chrysocolla membantu mengatasi gangguan saraf (kecemasan, depresi, perasaan bersalah dan gerakan hiperkinetik). ⁣⁣Juga kabarnya, dapat membantu pengaturan tiroid dan adrenal yang dapat menyembuhkan radang tenggorokan, tekanan darah, kadar gula darah, dan masalah paru-paru.

Kalau memang secara psikologis batu Bacan mampu mendorong orang untuk tetap tinggal di rumah alias stay at home, mengatasi kecemasan, dan pengaruh kesehatan fisik seperti menyembuhkan radang tenggorakan dan masalah paru-paru, maka chrysocolla bisa menjadi salah satu alternatif lain dalam mencari solusi di tengah pandemi Covid-19. Wallahu a’lam bishawab.(*)

Kolom Komentar
CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
×

Powered by WhatsApp Chat

×
%d bloggers like this:
Enable Notifications    OK No thanks